aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

5 Cara Mencuci Pakaian yang Ternyata Salah (bagian 1)

Saturday, 2 December 2017 13:30:13 WIB | Agestia Jatilarasati
5 Cara Mencuci Pakaian yang Ternyata Salah (bagian 1)
5 Cara Mencuci Pakaian yang Ternyata Salah (bagian 1) (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pernahkah Anda mendengar bahwa celana jin harus sering dicuci agar senantiasa bersih? Faktanya, celana jin tidak perlu terlalu sering dicuci jika tidak benar-benar kotor.

Tips mencuci pakaian seperti itu sering kita dengar. Namun nyatanya tidak semuanya dapat benar-benar membantu mempermudah Anda dalam mencuci pakaian. Lalu apa sajakah tips mencuci yang ternyata salah?

1. Mencuci Pakaian Berbahan Jins Harus Setiap Hari?

Pakaian yang sudah dipakai sebaiknya segera dicuci dan jangan digunakan kembali sebelum dicuci. Namun ini tidak berlaku bagi pakaian berbahan jin. Pakaian berbahan jin sebaiknya tidak perlu terlalu sering dicuci. Selain mengakibatkan bahan jin semakin longgar dan pudar warnanya,  juga dapat merusak serat bahan.  

Namun jika Anda termasuk orang yang gemar kebersihan maka sebaiknya jangan tumpahkan terlalu banyak sabun cuci untuk membersihkannya. Selain itu, pastikan Anda mencuci bagian dalam pakaian berbahan denim, bukan bagian depannya agar warnanya tidak cepat memudar. Anda juga harus mencucinya di air dingin dan dikeringkan secara alami.

2. Lebih Banyak Detergen Lebih Bersih?

‘Ingin pakaian lebih bersih? Tuangkan detergen lebih banyak.’ Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar. Memang detergen berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang ada di pakaian namun jika menuangkan terlalu banyak detergen justru akan menyebabkan residu dari detergen tersisa pada pakaian Anda. 

Lalu bagaimana membersihkan pakaian yang terlalu kotor tanpa meninggalkan residu detergen? Sesegara mungkin Anda bersihkan sebelum noda menempel permanen di pakaian tersebut. Pastikan pula sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci, pakaian yang ternoda sudah diberi detergen dan dikucek terlebih dahulu sampai memudar. 

bersambung..

(ages / gur)

Komentar