aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ini 7 Tipe Orang yang Berpeluang Panjang Umur

Sunday, 15 November 2020 06:00:23 WIB | aura.co.id
Ini 7 Tipe Orang yang Berpeluang Panjang Umur
Hampir semua orang menginginkan untuk sehat dan panjang umur. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Hampir semua orang menginginkan untuk sehat dan panjang umur. Dengan umur yang panjang ini harapannya digunakan untuk berbagai hal seperti sekolah, bekerja, berkegiatan, menikah, punya anak, punya cucu, punya cicit, lalu wafat dikelilingi oleh keluarga besar dan orang-orang terdekat.

Tapi enggak semua orang cukup beruntung bisa melewati berbagai fase hidup yang membahagiakan itu. Ada yang menginggal dalam usia yang masih muda sebelum semua potensi dirinya tergali.

Siapa sajakah yang punya potensi panjang umur? Memang, umur enggak ada yang bisa menebak dan menjadi kuasa Sang Pencipta. Tetapi menurut penelitian, ada orang tertentu yang memiliki potensi untuk panjang umur dan hidup lebih lama.

Hal ini menjadi pertanyaan yang telah lama direnungkan oleh para peneliti. Jawabannya pun masih terus digali dan belum lengkap karena masih terus diteliti, namun sebagian di antaranya bisa kamu pelajari di bawah ini.

1. Orang Berduit

Kedengarannya enggak adil, namun begitulah kenyataannya. Menurut sebuah penelitian di Jerman, orang yang menghasilkan banyak uang cenderung hidup lebih lama. Penelitian itu melibatkan 5 juta pria usia pensiun di Jerman. Responden dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan tingkat penghasilan yang telah terkumpul sepanjang usia mereka. Statistik menunjukkan bahwa kelompok dengan penghasilan terendah menanggung risiko kematian 35 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok yang berpenghasilan tertinggi.

Ada teori mengenai temuan ini. Kelompok pensiunan berpenghasilan tertinggi tentu memiliki sumber penghasilan yang cukup untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang baik.

2. Para Juara

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa para tokoh yang memenangkan Penghargaan Nobel rata-rata hidup 2 tahun lebih lama dibandingkan tokoh yang hanya menjadi kandidat penerima Nobel. Mengapa demikian? Menurut Teori Efek Hierarki, kelompok yang berada dalam hierarki lebih rendah dalam masyarakat menanggung risiko stres lebih tinggi. Nah, stres itu kan berdampak pada kondisi kesehatan.

3. Orang yang berpendidikan tinggi

Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa orang-orang berpendidikan tinggi lebih panjang umur dibandingkan yang berpendidikan rendah. Mungkin pendidikan berjasa membuat orang sadar hidup sehat, misalnya dengan tidak merokok.

4. Wanita

Telah lama diketahui bahwa di populasi mana pun dan di negara manapun wanita lebih panjang umur dibandingkan pria. Kenapa ya? Ada yang menduga bahwa pria lebih sering melakukan aktivitas berbahaya sehingga mudah dijemput maut. Penjelasan ini dianggap tidak memuaskan. Soalnya banyak pria yang tidak suka melakukan aktivitas berbahaya pun cepat dijemput maut. Menurut laporan, pria 5 kali lebih banyak terserang penyakit gangguan jantung tuh.

Para periset Belanda melakukan penelitian mendalam dan menyimpulkan bahwa penyebab wanita panjang umur adalah satu hal: menstruasi. Agaknya ketika wanita datang bulan, tubuh mereka melepas hormon estradiol. Hormon ini membuat jantung terlatih dan risiko wanita terserang gangguan jantung pun lebih kecil dibandingkan pria.

5. Orang yang berkeluarga

Bersyukurlah orang-orang yang berkeluarga. Dibandingkan para lajang, mereka punya harapan hidup lebih lama loh. Rahasianya? Orang yang berkeluarga jarang melakukan hal yang berisiko terhadap kesehatannya dan dipercaya memiliki kesehatan mental dan emosi yang lebih baik. Selain itu orang yang berkeluarga memiliki dukungan moral dan sosial yang lebih baik.

6. Orang dengan Binatang Peliharaan

Suka memelihara binatang? Good. Menurut sebuah penelitian yang hasilnya diterbitkan di Public Health Reports pada tahun 1980, orang yang punya binatang peliharaan lebih panjang umur dibandingkan orang yang tidak memelihara hewan. Mereka punya daya tahan 28 persen lebih tinggi untuk tetap hidup setelah terkena serangan jantung dibandingkan orang yang tidak suka memelihara hewan. "Kontak dengan hewan membuat pasien melepaskan tekanan yang dideritanya," ulas Alan Beck, direktur Center for the Human-Animal Bond di Purdue University.

Sementara menurut Rebecca Johnson, profesor perawatan manula di Center for the Human-Animal Bond di Purdue University, interaksi dengan hewan peliharaan terbukti menurunkan tingkat hormon stres kortisol. "Bagi banyak orang, hewan peliharaan menjadi alasan mereka untuk menggerakkan tubuh," tambahnya. Memang banyak kan orang yang lari pagi dengan ditemani anjing yang bersemangat?

7. Orang yang Optimistis

Jika ingin panjang umur, kamu harus membuang jauh sikap negatif kamu. Menurut penelitian tahun 2002 yang diadakan oleh Mayo Clinic, orang yang optimistis menurunkan risiko kematian dini hingga 50 persen dibandingkan orang yang pesimistis.

Mengapa bisa begitu? Menurut Dr. Toshihiko Maruta, peneliti kunci dari riset tersebut, orang yang pesimistis dengan segala kegagalan yang dideritanya cenderung banyak depresi. "Kekebalan tubuh mereka juga buruk," tandasnya.

Komentar