aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Begini Cara yang Etis Keluar dari Grup WhatsApp

Saturday, 7 December 2019 03:00:23 WIB | Wida Kriswanti
Begini Cara yang Etis Keluar dari Grup WhatsApp
Bergabung dalam grup Whatsapp ada enak dan tidak enaknya. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bergabung dalam grup Whatsapp ada enak dan tidak enaknya. Bagi wanita atau ibu-ibu, bisa jadi sangat seru bisa berbincang atau mengobrol apa saja dengan sesamanya yang tergabung dalam grup. Bagi yang berjiwa entrepreneur bahkan bisa memanfaatkan grup WhatsApp untuk berjualan atau menambah koneksi.

Namun hal ini tidak berlaku umum. Faktanya, tidak sedikit yang justru ingin keluar dari grup, terutama jika jumlah anggota dalam group sudah terlalu banyak dan tidak terlalu kenal secara pribadi. Atau jika pergerakan grup sudah bergeser jauh dari tujuan semula dibentuk. Misalnya, grup silaturahmi malah menjadi grup penyebar gosip, he he he.

Psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan mengungkap, bahwa bergabung atau tidak bergabung ke dalam suatu kelompok adalah pilihan. Tipe kepribadian setiap orang yang berbeda-beda akan memengaruhi pilihan yang diambil. Anna menyebut, orang dengan tipe kepribadian ekstrovert mungkin akan nyaman saja berada dalam grup dan cukup aktif terlibat.

“Mereka dengan tipe kepribadian ekstrover atau orang yang memang punya kebutuhan besar untuk bersosialisasi dan terkoneksi dengan orang lain akan jauh lebih nyaman ketimbang mereka yang introver atau kebutuhan bersosialisasinya tidak terlalu besar,” kata Anna.

Lantas, ketika pilihan untuk tidak lagi bergabung dalam grup diambil, harus bagaimana? Meninggalkan grup begitu saja kadang menyisakan banyak pertanyaan pada mereka yang tetap bertahan di grup.

“Bersikap asertif saja,” ujar Anna. “Sampaikan secara pribadi ke admin atau ke orang yang mengundang kita ke dalam grup. Jelaskan mengapa kita tidak merasa nyaman ada di grup itu lagi. Ajukan alasan yang logis dan masuk akal dan dengan cara yang sopan. Misalnya, memori ponsel sudah terlalu penuh, tidak bisa berkonsentrasi, atau tidak nyaman dengan pembicaraan atau anggota yang ada,” papar Anna.

Melengkapi langkah tersebut, sebelum meninggalkan grup, sampaikan secara umum kepada anggota lainnya mengenai keputusan Anda keluar. Misalnya, teman-teman, karena saya tidak bisa terlalu aktif lagi di grup ini dan kapasitas ponsel saya terbatas, saya mohon pamit dulu dari grup ini. Saya sudah save nomor teman-teman semua. Jangan kapok, ya kalau saya hubungi via japri (jalur pribadi). Begitupun sebaliknya, kalau ada yang bisa saya bantu, jangan ragu hubungi saya langsung.

Mudah, kan?

Komentar