aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ketika Usia jadi Penghalang dalam Mencari Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?

Wednesday, 27 November 2019 02:00:23 WIB | Binsar Hutapea
Ketika Usia jadi Penghalang dalam Mencari Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?
Banyak pertimbangan yang diberlakukan perusahaan ketika merekrut karyawan yang sudah berumur. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyaknya angka pencari kerja saat ini membuat pemilik usaha menyiasati perekrutan karyawan dengan mencantumkan batas usia sebagai syarat. Di satu sisi, aturan tersebut menguntungkan bagi para calon pekerja muda. Namun di sisi lain, menjadi kabar duka bagi para calon pekerja yang telah memasuki usia ‘matang’. Bagaimana menyiasatinya?

Usia Jadi Penghalang

Diskriminasi usia dalam mencari pekerjaan meski tidaklah adil tetapi itu kenyataan yang harus dihadapi. Menurut pelatih karier sekaligus pendiri situs karier Dear People Ops, Lydia D. Bowers, banyak pertimbangan yang diberlakukan perusahaan ketika merekrut karyawan yang sudah berumur. Pertama, perekrut akan memerhatikan seberapa berpengalaman sang pelamar. Artinya usia pelamar akan diketahui ketika pelamar menyebut seberapa lama ia bekerja.

“Kandidat yang sangat memenuhi kualifikasi biasanya akan meminta gaji yang lebih tinggi dibanding yang ditawarkan perusahaan. Inilah yang perusahaan khawatirkan,” ujar Lydia. Selain masalah gaji, pekerja di atas usia 35 tahun dianggap akan kesulitan beradaptasi atau kurang bisa bergaul dengan lingkungan kerja yang baru sehingga bisa membuat suasana kerja menjadi canggung.

“Ada pula anggapan orang yang berusia matang memiliki teknofobia (ketakutan akan teknologi). Mengingat lingkungan pekerjaan saat ini menuntut para pekerja untuk melek teknologi maka usia dianggap mencerminkan kemampuan seseorang dalam menguasai teknologi. Semakin tua usianya, dirinya semakin gagap teknologi,” tambah Lydia.

Hal Yang Harus Dilakukan

Bukan berarti diskriminasi usia dalam mencari pekerjaan tidak bisa diatasi. Kepala editor di situs hiburan At Home in Hollywood, Lisa Johnson Mandell, berbagi pengalaman ketika ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan mencoba mencari pekerjaan baru di akhir usia 40-an tahun. Ia mengalami kesulitan dalam melamar pekerjaan baru meski ia memiliki pengalaman dan keahlian sebagai reporter selama 20 tahun.

“Saya telah melamar pekerjaan di aplikasi pencari kerja yang tak terhitung jumlahnya. Akan tetapi semua itu tidak dilirik. Lalu suami saya berkata, ‘Lisa, jangan membenci saya, tetapi harus saya katakan bahwa kamu benar-benar terlihat tua di atas kertas’. Hal itu menyadarkan saya bahwa saya harus mengubah surat lamaran saya,” kenangnya.

Lisa lantas menghapus segala hal yang memperlihatkan usia dalam surat lamarannya seperti tahun kelulusan dari universitas dan lamanya waktu bekerja selama ini. Apa yang dilakukan Lisa akhirnya berbuah manis. “Begitu saya mengirimkan resume baru (yang tidak mencamtukan hal-hal berbau usia), saya mendapatkan tanggapan (dari pihak perusahaan) dalam waktu 20 menit,” kisah penulis buku Career Comeback: Repackage Yourself to Get the Job You Want ini.

Lisa menambahkan di dunia yang ideal, pengalaman harus lebih penting daripada usia. Sayangnya tidak semua berjalan sesuai aturan. “Ketika seseorang yang berusia 20-an tahun melihat usia pengalaman kerja yang mencapai 20-an tahun maka ia akan menempatkan Anda dalam kelompok usia yang sama dengan ibu atau neneknya. Oleh karenanya, Anda harus terlihat muda di resume,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, menepis anggapan bahwa Anda tidak melek teknologi. Cara mudahnya, membuat blog pribadi. Dengan mencantumkan alamat blog pribadi Anda di surat lamaran, sang perekrut akan berpikir bahwa Anda tidak gagap teknologi. “Selain itu, para pelamar yang sudah berumur sebaiknya merubah penampilan mereka menjadi lebih muda. Selain menunjukkan kepercayaan diri untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dalam suasana informal, juga mencegah kecanggungan dengan karyawan lain yang lebih muda dari Anda,” tutup Lydia.

(ages)

Komentar