aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Agar Pekerjaan Tak Terbengkalai Jelang Pernikahan

Wednesday, 9 October 2019 01:00:23 WIB | Rizki Adis Abeba
Agar Pekerjaan Tak Terbengkalai Jelang Pernikahan
 Anda harus membagi pikiran, tenaga, dan waktu antara persiapan pernikahan dan pekerjaan di kantor. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap orang pasti memimpikan pernikahan yang sakral, indah, dan mengesankan. Demi mencapai pernikahan impian, persiapan matang perlu dilakukan. Menyiapkan pesta pernikahan pun bukan sesuatu yang bisa dilakukan instan, butuh waktu berbulan-bulan bahkan setahun sebelumnya. Meski Anda menggunakan jasa wedding planner dan wedding organizer, kerepotan jelang pernikahan pastilah sulit dihindari. Paling tidak Anda harus memastikan semua hal yang berkaitan dengan pesta berjalan lancar dan sesuai rencana. Karenanya, butuh fokus dan tenaga ekstra untuk mengurus hal yang satu ini. Lantas, bagaimana dengan urusan pekerjaan?

Masalah terbesar yang dihadapi para pekerja yang sedang mempersiapkan pernikahan tak jauh dari kesulitan membagi waktu dan konsentrasi untuk menangani pekerjaan, dan persiapan pernikahan sekaligus. Tidak hanya bagi para pekerja wanita, para pria pun dituntut membagi konsentrasi serupa. Hari pernikahan makin dekat, persiapan yang harus dilakukan makin banyak. Apakah gedung sudah siap, dekorasi sudah beres, katering sudah mantap, dan baju pengantin selesai dijahit? Ah, belum lagi hal-hal kecil lain yang butuh perhatian besar.

Jelang hari pernikahan tensi tentu makin meningkat, emosi makin tinggi, karena tenaga dan pikiran Anda pasti tersita. Sementara, jatah cuti kantor belum datang. Pekerjaan masih menumpuk, sederet agenda belum selesai, proyek masih tertunda, dan jadwal rapat masih padat. Mau tak mau  Anda harus membagi pikiran, tenaga, dan waktu antara persiapan pernikahan dan pekerjaan di kantor. Kalau bisa membelah diri, pasti sudah Anda lakukan. Siapkah Anda menghadapi semuanya? Kalau tak pandai-pandai mengatur strategi, salah satu akan menjadi korban. Bagaimana cara membagi konsentrasi antara pekerjaan di kantor dan urusan persiapan pernikahan? Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda untuk tetap fokus pada pekerjaan meski sibuk menyiapkan pernikahan:

Siapkan Waktu yang Panjang

Persiapan yang matang akan membuat Anda bisa mewujudkan pesta pernikahan sesuai impian. Agar persiapan bisa dilakukan maksimal, butuh waktu yang panjang sebelum hari pernikahan. Jika Anda dan pasangan sudah siap menikah, saat menentukan hari pernikahan sebaiknya pikirkan tenggang waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Waktu persiapan yang panjang juga akan membuat Anda tidak dikejar waktu. Sambil menyiapkan kebutuhan pesta pernikahan, Anda bisa tetap beraktivitas di kantor sebagaimana biasa.

Lakukan Secara Bertahap

Apa pun akan lebih baik jika tidak dikerjakan secara mendadak dan menumpuk. Lakukan semua persiapan secara bertahap sehingga Anda tidak perlu harus melakukan semuanya saat deadline sudah dekat. Tekanan saat menjelang hari pernikahan pun tidak setinggi jika Anda menumpuk semuanya. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Gunakan Jasa Wedding Planner

Selain membantu membuat konsep pesta sesuai keinginan, memanfaatkan jasa wedding planner juga memperingan pekerjaan Anda. Memang, Anda tidak sepenuhnya melepas tanggung jawab pada persiapan pernikahan Anda. Kontrol tetap di tangan Anda. Tapi paling tidak energi Anda tidak akan banyak terkuras untuk melakukan persiapan di lapangan, sebaliknya bisa Anda curahkan pada pekerjaan di kantor.

Ambil Cuti

Kalau Anda merasa tidak mungkin melakukan persiapan pernikahan dan bekerja di kantor sekaligus, coba pilih salah satu. Bukan untuk mengabaikan yang lain, tapi memberi ruang satu sama lain. Bagaimana jika Anda cuti dari persiapan pernikahan demi menghabiskan waktu satu minggu penuh hanya untuk menyelesaikan urusan pekerjaan. Setelah semuanya beres, atau paling tidak hanya menyisakan pekerjaan ringan, baru kembali ke urusan persiapan pernikahan. 

Minta Pengertian Pasangan

Oke, mungkin Anda pekerja supersibuk dengan intensitas pekerjaan tinggi dan sangat sulit mencari waktu luang. Ini berarti saatnya Anda meminta pengertian dari pasangan Anda untuk tidak terlibat terlalu banyak dalam persiapan pernikahan. Tidak terlibat banyak tentu berbeda dengan tidak peduli. Jangan sampai Anda terkesan tidak peduli bahkan kurang tertarik dengan masalah pekerjaan. Selagi Anda sibuk di kantor, tetap tunjukkan kepedulian Anda dengan menanyakan perkembangan persiapan pernikahan secara reguler. Pastikan bahwa alasan Anda melakukan ini adalah karena Anda benar-benar dituntut fokus pada pekerjaan. Jika Anda mampu memberi pengertian dengan baik dan tidak menyinggung, yakinlah bahwa pasangan Anda akan mengerti. 
 

Komentar