aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Kesalahan yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca

Wednesday, 11 September 2019 01:00:23 WIB | Rizki Adis Abeba
 3 Kesalahan yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca
Ada beberapa kesalahan minor dalam penulisan resume kerja yang bisa dimaklumi para manajer personalia. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ada beberapa kesalahan minor dalam penulisan resume kerja yang bisa dimaklumi para manajer personalia. Namun bagi para ahli penulisan resume kerja, ada perbedaan antara kesalahan minor dengan kesalahan menyebalkan yang akan langsung mengurangi kesempatan Anda mendapatkan pekerjaan. Tina Nicolai, pembina karier eksekutif dan pendiri laman karier Resume Writers Ink, Lisa Rangel, managing director di laman karier Chameleon Resume, dan Amy L. Adler, CEO laman karier fivestrenghts telah membaca lebih dari 300 ribu resume kerja dan menyimpulkan tiga kesalahan paling menyebalkan yang membuat resume Anda langsung dihempaskan sebelum mereka membacanya hingga tuntas. Apa saja?

Resume yang malas

Typo atau salah ketik dan kesalahan dalam penggunaan ejaan terlihat sangat spele. Namun menurut Tina Nicolai, kesalahan kecil ini membuat seseorang terlihat tidak profesional dan malas. “Ini berarti Anda tidak cukup peduli untuk mengambil dua detik saja waktu untuk mengecek ulang resume Anda,” kata Nicolai yang telah melihat ribuan CV dengan kesalahan ketik.

“Kemalasan lain yang sangat sering saya lihat di resume adalah ketika seseorang selalu memulai dengan bullet point,” bilang Nicolai. Para kandidat harus memahami, memulai dengan bullet point dan dilanjutkan dengan kalimat “Bertanggungjawab untuk” (di bagian pengalaman dan deskripsi peekrjaan) hanya menjelaskan apa saja pekerjaan yang pernah Anda lakukan, namun tidak menjelaskan performa kerja Anda sebelumnya. “Ini tidak menjelaskan apakah kandidat pernah sukses pada posisi jabatannya. Jangan malas, ambillah beberapa menit ekstra untuk menjelaskan apa saja keberhasilan Anda pada pekerjaan sebelumnya, bukan keberhasilan yang sedang Anda harapkan,” terang Nicolai.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Mencantumkan tautan medsos

Silahkan cantumkan tautan atau alamat akun media sosial Anda jika memang konten medsos Anda berkaitan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Jangan terlalu percaya diri untuk memberi tautan akun medsos yang isinya hanya kenarsisan diri Anda. “Kandidat yang berpikir akun media sosial mereka sangat berharga untuk dicantumkan di resume kerja sesungguhnya sedang mempertaruhkan diri untuk membuat resume mereka langsung diabaikan,” kata Nicolai.

Akan lebih aman jika Anda memberi tautan alamat akun LinkedIn, karena dari sini akan terlihat profil dan rekam jejak pekerjaan Anda. Namun Anda harus memastikan akun LinkedIn Anda selalu diperbaharui. “Kesalahan terburuk yang sering saya lihat di resume adalah resume yang tidak singkron dengan profil LinkedIn. Akibatnya, sering muncul dua informasi berbeda, bahkan bertentangan, dan perbedaan informasi soal posisi apa yang Anda inginkan serta siapa jati diri Anda sebagai kandidat,” urai Lisa Rangel.

Terlalu bertele-tele

Amy L. Adler, MBA, yang merupakan ahli penulis resume bersertifikat dan pembina manajemen karier bersertifikat mengatakan, hal terburuk dalam resume kerja adalah berusaha menjabarkan semua pengalaman kerja Anda dalam satu halaman. Pilih saja pengalaman kerja yang berkaitan dengan posisi kerja yang sedang Anda lamar. “Resume yang memuat semua pengalaman kerja sepanjang sejarah karier –yang mungkin sudah berjalan selama 20 atau 30 tahun-- dan hanya menuliskan 'bertanggungjawab untuk', tidak ada fokus, tidak menjelaskan pencapaian, dan tidak ada deskripsi tentang apa keunikan Anda yang membuat Anda layak mendapatkan posisi yang diinginkan,” urai Adler. “Saya telah membaca resume seperti ini dalam bentuk narasi bertele-tele atau format bullet point yang menyebalkan,” imbuhnya. Fokuslah hanya menjelaskan pengalaman dan pencapaian kerja yang berkaitan dengan posisi pekerjaan yang sedang dilamar.

Misalnya Anda melamar di posisi pemasaran, tidak perlu mencantumkan pengalaman Anda bekerja ketika magang di restoran. “Beberapa orang bahkan mencantumkan berapa gaji harian mereka ketika magang semasa kuliah,” beri tahu Nicolai. “Informasi seperti ini jelas tidak penting dan mungkin akan mengirimkan pesan yang salah,” pungkas Nicolai.

(riz)

Komentar