aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ini Jenis Pekerjaan yang Diprediksi Mengalami Kenaikan Gaji di Tahun 2019

Tuesday, 4 December 2018 23:59:00 WIB | TEMPO
Ini Jenis Pekerjaan yang Diprediksi Mengalami Kenaikan Gaji di Tahun 2019
Ini Jenis Pekerjaan yang Diprediksi Mengalami Kenaikan Gaji di Tahun 2019 (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Survei Gaji 2019 diluncurkan perusahaan konsultan spesialis perekrutan profesional global, Robert Walters. Hasil survei ini berupa prediksi peluang dan besaran kenaikan gaji untuk 8 sektor. Dalam survei tersebut, pasar tenaga kerja di Indonesia untuk tenaga profesional di level manajerial menengah ke atas akan sangat kompetitif. 

Menurut Manajer Perbankan dan Jasa Keuangan Robert Walter Indonesia, Ricky Chandra, digitalisasi akan meningkatkan permintaan terhadap kandidat yang berpengalaman menghadapi perubahan akibat digitalisasi. "Sehingga dia menjadi familiar dan menguasai manajemen perubahannya," ucapnya.

Beberapa sektor yang akan berjalan cukup kompetitif adalah sektor sumber daya manusia (HRD). Permintaan akan talenta berkaliber tinggi dengan pengalaman di seluruh spektrum SDM, mengetahui kebutuhan organisasi di era digitalisasi, jadi kian tinggi pada tahun mendatang. "Karena adanya pertumbuhan start-up yang pesat dan mengandalkan dunia digital, serta adanya kebutuhan perusahaan yang sudah mapan untuk menyikapi digitalisasi yang melanda semua sektor," ujar Ricky.

Talenta yang berkutat dalam sektor HRD atau SDM ini dapat mengharapkan kenaikan gaji 20-30 persen. Angka ini berlaku pula untuk talenta berlatar belakang hukum. Menurut dia, start-up yang sedang mencari pendanaan melalui cara initial public offering (IPO), merger, dan akuisisi akan membutuhkan talenta andal di bidang hukum. "Konsultan hukum yang melek teknologi akan terus diminati perusahaan di hampir semua sektor karena saat ini sudah ada peralihan kontrak dari berbasis kertas ke elektronik, dan beragam pengurusan izin bisnis berbasis teknologi online," ucap Ricky.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Kenaikan gaji rata-rata 20 persen juga akan terjadi di sektor penjualan dan pemasaran. "Kandidat lokal dengan pengalaman luar negeri sangat diminati," tutur dia. Kandidat atau talenta tersebut juga harus memiliki keahlian digital, keterampilan komunikasi yang baik dan efisien, serta memiliki kombinasi kemampuan strategis dan operasional. "Mayoritas peran diharapkan untuk memimpin divisi e-commerce baru di perusahaan sebagai hasil dari restrukturisasi organisasi," katanya.

Menurut Toby Fowlston, Managing Director Robert Walters untuk Asia Tenggara, Indonesia termasuk salah satu negara pemain utama pada era digital di kawasan ini. "Masuknya perusahaan multinasional dan investasi asing secara berkelanjutan merupakan pendorong utama pertumbuhan di pasar tenaga kerja di level ini. Kami melihat persaingan yang ketat untuk bakat yang terampil dan berpengalaman," ujarnya.

Dalam survei yang melibatkan kandidat dan perusahaan tersebut, terdapat tren yang khas. Di sisi perusahaan, mereka mencari talenta yang memiliki keterampilan digital dan teknologi, menguasai manajemen perubahan yang ditimbulkan, dwibahasa aktif, dan memiliki pengalaman internasional. Sementara itu, para talenta mengharapkan kenaikan gaji lebih dari 10 persen dengan sejumlah keuntungan lain, seperti eksposur ke luar negeri, jenjang karier yang pasti, kursus bisnis profesional, atau pertukaran pekerjaan.

Adapun riset lain yang dilakukan Willis Tower Watson menunjukkan pekerja di India menempati posisi tertinggi ihwal kenaikan gaji di Asia-Pasifik dengan rata-rata 10 persen di seluruh sektor. Khusus di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan proyeksi kenaikan gaji tertinggi, yakni 8,3 persen, meninggalkan Singapura, Malaysia, dan Filipina, yang rata-rata kenaikan gajinya diproyeksikan sebesar 4-6 persen.

TEMPO.CO

Komentar