aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Viral Buah Anggur Mengandung Formalin, Ini Fakta Tentang Kandungan Formalin Alami

Wednesday, 24 October 2018 09:30:00 WIB | Bunga Kusuma Dewi
Viral Buah Anggur Mengandung Formalin, Ini Fakta Tentang Kandungan Formalin Alami
Viral Buah Anggur Mengandung Formalin, Ini Fakta Tentang Kandungan Formalin Alami (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebuah pesan berantai terkait anggur mengandung formalin sedang beredar di dunia maya. Pesan tersebut mengajak masyarakat agar hati-hati dalam membeli buah anggur terutama yang dijual murah di pinggir jalan karena diduga sudah tercemar oleh zat pengawet formalin.

”Jangan membeli anggur yang dijual murah di tepi jalan-jalan daerah yang baru datang secara tiba-tiba. Anggur tersebut dikirim langsung dari icna yang mengandung pormalin dan itu sudah di confirm oleh dinas kesehatan kota jambi,” demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Pesan berantai tersebut tentu membuat resah masyarakat, terutama para pecinta buah anggur. Tak perlu panik dulu. Dilansir dari Food Insight, senyawa kimia formaldehida atau formalin ternyata juga terjadi secara alami dalam makanan umum yang kita makan.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Pada buah-buahan, kandungan formalin alami ada pada buah apel, pisang, anggur dan buah prem. Sedangkan pada sayuran seperti bawang, wortel dan bayam. Tak hanya itu, makanan laut, daging sapi, dan unggas juga disebutkan mengandung formalin.

Bahkan, manusia juga menghasilkan senyawa tersebut secara alami, dan itu penting untuk fungsi biologis dasar dalam metabolisme, seperti dalam produksi asam amino tertentu.

Meski mengandung formalin, bukan berarti Anda berhenti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Sejauh ini buah dan sayuran tersebut masih aman untuk dikonsumsi. Jika Anda masih khawatir, formalin mengandung sifat larut dalam air dan dapat menghilang saat dipanaskan.

Karena itu, disarankan untuk mencuci atau merendam buah atau sayuran sebelum dikonsumsi untuk mengurangi jumlah formalin di dalamnya. Selain itu, memasak makanan dengan suhu tinggi dapat juga menurunkan tingkat formalin. 

(bun / wida)

Komentar