aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Agar Tidak Mudah Menyebut Kata Cerai Pada Pasangan, Ini Caranya

Wednesday, 11 April 2018 12:20:00 WIB | Wida Kriswanti
Agar Tidak Mudah Menyebut Kata Cerai Pada Pasangan, Ini Caranya
Agar Tidak Mudah Menyebut Kata Cerai Pada Pasangan, Ini Caranya

TABLOIDBINTANG.COM - Rasanya tidak ada pasangan menikah yang menginginkan perceraian. Namun nyatanya, kata cerai cukup mudah terucap, terutama ketika menghadapi masalah rumah tangga yang tidak menyenangkan. Berpisah dari pasangan kemudian seolah menjadi satu - satunya solusi paling praktis yang bisa ditempuh. 

Psikolog klinis dewasa dari TigaGenerasi Anna Margaretha Dauhan, mengutip penelitian yang dilakukan John Gottman, menyatakan bahwa ada 4 hal yang menjadi prediktor atau variable perceraian. Yakni, criticism (kritik), contempt (penghinaan), defensiveness (menyerang balik atau menjadi korban), dan stonewalling (diam membatu, tidak membalas, tapi menyimpan kekesalan).

(Depositphotos)
(Depositphotos)

"Maka agar tidak mudah mengucap kata cerai, hindari keempat prediktor tersebut," kata Anna Margaretha Dauhan, dalam wawancara dengan Aura.

Kemudian, lakukan langkah - langkah berikut ini agar bisa menemukan titik temu terbaik dengan pasangan, seperti diungkap Anna Margaretha Dauhan.

1. Pastikan untuk menggunakan pendekatan yang lembut jika ingin menyampaikan feedback pada pasangan.

2. Berikan apresiasi pada pasangan secara verbal. Ingat, pasangan tidak bisa membaca pikiran kita.

3. Lalu terimalah masukan dan bertanggungjawablah atas kesalahan yang kita perbuat.

4. Meminta maaf dengan tulus.

5. Dan apabila sedang marah atau stres, carilah cara untuk menenangkan diri sendiri agar konflik tidak terekskalasi semakin besar.

Kelima hal ini, dikatakan Anna Margaretha Dauhan, juga bisa dijadikan semacam rutinitas yang harus dilakukan pasangan, terutama di tahun - tahun awal pernikahan.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

"Kemudian jangan lupa untuk menurunkan ekspektasi terhadap pasangan dan terhadap hubungan. Jangan memperbesar masalah kecil, dan jangan terjebak dalam 'power struggle' dengan pasangan," kata Anna Margaretha Dauhan. "Jika ada perbedaan pendapat, berusahalah untuk bertemu di tengah dan mencari kompromi," pungkasnya.

(wida / wida)

Komentar