aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Merespons dengan Bijak Pertanyaan Kapan Nikah?

Saturday, 17 February 2018 05:00:23 WIB | Yuriantin
Merespons dengan Bijak Pertanyaan Kapan Nikah?
Merespons dengan Bijak Pertanyaan Kapan Nikah? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bagaimana menanggapi pertanyaan "Kapan Nikah?" di acara keluarga?  

Menurut psikolog klinis dewasa dari Q Consulting, Rena Masri, mengingatkan reaksi positif dan negatif akan berujung ke hasil yang sama. 

"Hasilnya kita tetap tidak akan tahu kapan kita akan menikah, maka kita harus lebih bijak dalam bersikap," saran dia. 

Jika takut tidak mampu mengendalikan emosi, Rena menganjurkan cukup membalas dengan senyum dan segera mengalihkan pembicaraan. Trik ini pas ditujukan untuk lawan bicara yang lebih tua. 

Atau bisa dengan menjawab seperlunya. Contohnya, "Sebenarnya saya mau menikah tapi sekarang saya mau fokus ke karier dulu." Kalau jawaban iitu justru memancing pembicaraan lebih lanjut.

Rena menyarankan untuk mengungkapkan kepada lawan bicara, Anda kurang nyaman dengan pertanyaan ini. Namun di sisi lain sikap tegas ini bisa dipandang kurang sopan jika ditujukan untuk orang yang lebih tua.

Trik lain, dengan memberi jawaban yang nyeleneh atau balas bertanya, dengan nada kalem.

"Kalau yang nyeleneh misalnya, 'Memang kenapa? Kamu mau kasih amplop berapa?' Atau bisa dengan tanya balik, 'Kamu kapan punya anak?' Itu kalau yang bertanya sudah menikah tapi belum punya anak," Rena mencontohkan.

Trik bertanya balik bisa dikeluarkan ketika lawan bicara tidak bisa berkompromi walau Anda secara tegas mengungkapkan kurang nyaman dengan pertanyaan mereka.

"Tujuannya supaya mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu," sambung Rena.

Meski terkesan tak ada habisnya, pertanyaan ini mungkin saja berhenti ditanyakan. Sebab, kita tak tahu pasti alasan seseorang melontarkan pertanyaan itu.

"Bisa jadi pertanyaan ini muncul karena tidak ada bahan omongan. Atau memang ada niat membantu mencarikan pasangan atau membantu mengatasi trauma percintaan, misalnya. Atau dengan hanya niat meledek," papar Rena. 

(yuri / gur)

Komentar