aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Langkah Menangkal Mantan

Saturday, 13 January 2018 18:00:28 WIB | Agestia Jatilarasati
3 Langkah Menangkal Mantan
3 Langkah Menangkal Mantan (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Apakah Anda sedang dimata-matai mantan?

Jika ya, Presiden Asosiasi Penanganan Ancaman Profesional di San Diego, AS, Wendy L. Patrick, PhD menyebut beberapa strategi untuk menangkis mantan yang berubah menjadi penguntit.

1. Ubah Rutinitas Anda

Mantan tentu sudah mengetahui kegiatan Anda sehari-hari. Karenanya, Wendy menyarankan Anda untuk mengubah rutinitas sehingga ia tidak akan menemukan Anda.

“Misalnya, dengan memajukan jadwal berangkat ke kantor atau mengubahnya setiap dua atau tiga hari sekali. Ubah pula jadwal olah raga Anda. Sebisa mungkin buat jadwal kegiatan baru yang tidak mudah ditebak polanya,” Wendy memberi saran.

2. Jangan Terlalu Sering Membarui Status di Medsos

Jangan salahkan mantan jika ia dengan mudah mengetahui kegiatan Anda. Bisa jadi, Anda sendiri yang membuka akses informasi buat mantan.

“Beberapa korban menjadi sasaran empuk karena mereka mengumumkan setiap kegiatan di medsos. Karenanya, jangan mengunggah hal-hal yang dapat membuat si penguntit tahu kapan dan di mana Anda berada. Boleh saja membarui status di medsos, tapi jangan terlalu sering. Sebisa mungkin jangan langsung update ketika berada di sebuah tempat tertentu karena bisa jadi dia akan menyusul,” imbau dia.

3.  Jangan Goyah

Serangan penguntit yang paling umum ditemui adalah serbuan panggilan telepon atau pesan. Di sinilah kesabaran Anda diuji. Mengabaikan 29 panggilan telepon atau pesan lalu merespons panggilan dan pesan berikutnya dengan maksud menghentikan langkah pelaku, itu keliru. Dengan melakukannya, Anda mengajarkan kepada penguntit bahwa dibutuhkan setidaknya 30 kali percobaan untuk menghubungi Anda.

“Jawaban terbaik untuk para penguntit adalah jangan menjawab panggilan atau pesannya sama sekali. Ketika para penguntit mengancam Anda karena terus diabaikan, jangan goyah atau bersikap baik. Hal itu hanya memberi keyakinan delusional kepada mereka. Cara terbaik yakni menceritakan ke sahabat atau keluarga yang dapat membantu dan laporkan ke pihak berwajib,” Wendy mengakhiri perbincangan. 

(ages / gur)

Komentar