aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mengapa Wanita Selingkuh, Jawaban dari Pakar Ini Mungkin Mengejutkan

Tuesday, 9 January 2018 18:30:00 WIB | Wida Kriswanti
Mengapa Wanita Selingkuh, Jawaban dari Pakar Ini Mungkin Mengejutkan
Selingkuh bagi wanita lebih mendalam (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kabar perselingkuhan yang dilakukan pihak wanita terhadap suaminya selalu membuat banyak orang terkejut. Terlebih jika pihak prianya terlihat tidak kekurangan suatu apapun. Kok, bisa? Kok, tega?

Lantas kami mengajukan sebuah pertanyaan sederhana kepada seorang pakar terkait hal ini: mengapa wanita selingkuh?

Anna Margaretha Dauhan, psikolog klinis dewasa dari TigaGenerasi, kepada redaksi Aura mengatakan, bahwa biasanya ada berbagai faktor yang menyebabkan seorang wanita selingkuh dari pasangan resminya. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

"Bukan berarti bahwa perempuannya nakal atau tidak bisa menahan diri atau gimana. Tapi dalam perkawinan, biasanya kalau tidak dipelihara, emotional intimacy-nya menurun," buka Anna Margaretha Dauhan, Selasa (9/1). "Masing - masing (suami dan juga istri), lalu hidup dalam dunianya sendiri. Kurang adanya koneksi atau hubungan yang mendalam tentang berbagai hal," lanjutnya. 

Lebih lanjut dikatakan Anna Margaretha Dauhan, pasangan yang sudah memiliki anak akan lebih rentan mengalami penurunan emotional intimacy ini.

"Biasanya kalau sudah punya anak, pembicaraan, waktu, dan energi suami - istri habis atau banyak tercurah ke situ. Kadang - kadang suami atau istri jadi terlupakan. Lalu jadi longgar hubungannya, tidak dekat lagi secara emosi, dan makin lama makin menjauh," terang Anna Margaretha.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Kadang rasa yang muncul adalah sepi, bosan, dan jenuh. Kondisi ini jadi rentan ketika tahu - tahu ada pihak lain yang simpatik dan memenuhi kebutuhan emosi seorang wanita, apapun itu. Dari yang semula hubungan hanya ngobrol biasa, lalu berkembang.

"Dinamika (selingkuh) biasanya kurang lebih sama antara perempuan dan laki - laki, sama - sama mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, walau mungkin kebutuhannya bisa berbeda, tergantung individu," urai Anna Margaretha Dauhan. "Hanya biasanya untuk perempuan, intimacy secara emosi lebih penting untuk terbangun dulu, barulah intimacy secara fisik," pungkasnya.

(wida / wida)

Komentar