aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada Perceraian (bagian 2)

Saturday, 6 January 2018 12:00:07 WIB | Yuriantin
Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada Perceraian (bagian 2)
Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada Perceraian (bagian 2) (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Konflik kerap dipandang negatif dalam sebuah hubungan.

Namun Ajeng Raviando dari Teman Hati Konseling mengingatkan konflik tidak selamanya buruk. Justru lewat konflik, individu akan mengetahui kebutuhan pasangannya asalkan pertengkaran yang terjadi adalah pertengkaran yang sehat. 

Pertengkaran sehat terjadi ketika pasangan saling mengemukakan pendapat dan masing-masing punya solusi untuk menyelesaikan konflik. Kedua belah pihak harus dalam posisi menang atau win-win solution.

Sebaliknya, pertengkaran yang tidak sehat umumnya tidak berujung dengan solusi dan kompromi. Akibatnya, konflik akan terus berulang. Ajeng berpendapat frekuensi pertengkaran dalam rumah tangga belum tentu menandakan sebuah hubungan pernikahan tidak sehat.

Selama konfliknya terpecahkan, kuantitas pertengkaran dalam hubungan nantinya akan berkurang dengan sendirinya. Lantas bagaimana dengan pasangan yang tidak pernah bertengkar?

Ada sifat pasangan yang suka memendam, kata Ajeng. Atau salah satu pihak tidak mengerti hal itu masalah bagi pasangannya. Lagi-lagi, kuncinya terletak pada komunikasi antarpasangan dan kepekaan masing-masing pihak.

"Solusinya, cobalah baca bahasa tubuh pasangan yang terlihat, misalnya tidak suka dengan satu hal coba tanyakan apa permasalahannya," imbuh Ajeng. Meski saling mengenal karakter pasangan, komunikasi tetap yang utama. "Karena manusia itu, kan dinamis. Kita tidak bisa tahu persis karakter seseorang," tegas Ajeng. 

(yuri / gur)

Komentar