aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ibu Bekerja, Bagaimana Cara Menyeimbangkan Kehidupan Pribadi dengan Pekerjaan?

Saturday, 28 October 2017 06:00:42 WIB | Rizki Adis Abeba
Ibu Bekerja, Bagaimana Cara Menyeimbangkan Kehidupan Pribadi dengan Pekerjaan?
Ibu Bekerja, Bagaimana Cara Menyeimbangkan Kehidupan Pribadi dengan Pekerjaan? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bagi ibu yang bekerja di kantor, konsep “menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan” persoalan yang terkadang pelik.

Di kantor, ibu bekerja dituntut menunjukkan performa kerja yang baik. Sampai di rumah, tugas sebagai ibu dan istri menanti.

Dan tidak mudah menetapkan garis batas antara kantor dan rumah. Sering kali ibu masih sibuk menyelesaikan sisa pekerjaan sembari menemani anak bermain di rumah.

Atau ketika berada di kantor, telepon dari rumah yang mengabarkan si kecil jatuh sakit membuyarkan konsentrasi.

Menurut survei yang digagas perusahaan konsultan manajemen Gallup pada 2016 di AS, 54 persen ibu bekerja dengan anak usia di bawah 18 tahun lebih ingin berada di rumah untuk menemani anak daripada di kantor.

Kebanyakan ibu bekerja diliputi perasaan bersalah karena harus meninggalkan anak demi mencari nafkah, tidak bisa mendidik anak dengan maksimal, dan tidak bisa menyaksikan perkembangan anak setiap saat.

Meninggalkan anak di rumah memang membuat galau. Namun perlu diketahui, studi yang dimuat di Journal of Marriage and Family di AS pada 2015 menyebut, kuantitas waktu yang dihabiskan anak bersama ibu mereka, baik yang bekerja atau pun tidak, cenderung sama.

Perbedaannya hanya ada pada kualitasnya. Ini karena siang hari, ibu rumah tangga pun sibuk dengan urusan rumah tangga. Terutama ketika anak sudah mulai bersekolah, otomatis ibu bertemu anak sebelum berangkat dan sepulang sekolah.

Tidak jauh berbeda dengan ibu bekerja yang bisa memaksimalkan waktu sebelum dan setelah kerja, atau di hari libur dan cuti.

(riz / gur)

Komentar