aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Duel Gladiator, Mengapa Anak Tidak Bisa Mengatakan Tidak?

Friday, 22 September 2017 12:20:00 WIB | Wida Kriswanti
Duel Gladiator, Mengapa Anak Tidak Bisa Mengatakan Tidak?
Ilustrasi duel gladiator (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Duel gladiator yang disebut - sebut menjadi sebuah tradisi antara dua sekolah menengah atas di Bogor membuat banyak orang terkejut. Melebihi fenomena tawuran, karena duel gladiator adalah sebuah acara yang jelas waktu dan pelakunya, walau konon tertutup dari orang - orang dewasa termasuk pihak sekolah. 

Terlepas dari kasus duel gladiator, permasalahan anak remaja secara umum, terutama yang melibatkan kekerasan fisik, Sering membuat banyak orang bertanya - tanya. Mengapa seorang anak, terlebih yang telah berusia remaja atau menjelang dewasa, tidak bisa berkata tidak untuk hal - hal yang tidak disukai atau bahkan tidak mengenakkan?

"Seharusnya bisa menolak," buka Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria kepada Aura, Jumat (21/9). "Tapi kenyataanya banyak yang tidak bisa menolak. Bukan hanya dalam kasus berat seperti ini, namun pada hal - hal kecil sekalipun, lebih banyak orang yang tidak berani bilang tidak (menolak) dibanding yang berani menolak," lanjutnya. 

Dijelaskan Anggia Chrisanti, hal ini bisa terjadi karena minimnya asertivitas pada diri anak. Lantas apa itu asertivitas?

"Asertivitas adalah perilaku asertif yang berarti kemampuan seseorang menyatakan diri, pandangan - pandangan dalam dirinya, keinginan dan perasaannya secara langsung, spontan, bebas dan jujur, tanpa merugikan diri sendiri dan melanggar hak - hak orang lain. Seseorang yang berperilaku asertif mampu menghargai hak diri sendiri dan orang lain, bersikap aktif dalam kehidupannya untuk mencapai apa yang diinginkan," papar Anggia Chrisanti.

(wida / wida) 

Komentar