aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Gejala dan Penyebab Munculnya Aura Negatif di Lingkungan Kerja

Friday, 22 September 2017 05:15:16 WIB | Rizki Adis Abeba
Gejala dan Penyebab Munculnya Aura Negatif di Lingkungan Kerja
Gejala dan Penyebab Munculnya Aura Negatif di Lingkungan Kerja (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Aura negatif sering kali menjadi hambatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Suasana kerja buruk akibat aura negatif bisa muncul di mana saja, termasuk di tempat kerja berfasilitas mewah dengan karyawan orang-orang berpendidikan tinggi. Karena aura negatif muncul akibat perilaku yang mungkin tidak disadari. 

Paul White, Ph.D, psikolog, pembicara, pelatih, sekaligus penulis buku tentang psikologi terapan di dunia kerja dari Universitas Utah, AS, menjabarkan setidaknya ada 25 jenis perilaku yang bisa menyebabkan aura negatif di tempat kerja. Antara lain menggerutu, mengeluh, menyalahkan, bergosip, mencurigai, menyabotase, merundung, merendahkan, melancarkan serangan fisik, mendiamkan, sarkastis, pesimistis, dll.

Perilaku-perilaku ini tanpa disadari membangkitkan aura negatif yang berdampak pada penurunan semangat kerja dan produktivitas, ketidakharmonisan dengan rekan kerja, juga kerja sama kelompok yang buruk. Bagaimana mengatasi aura negatif di tempat kerja?

Banyak orang mempertanyakan, aura negatif itu merupakan gejala adanya masalah atau penyebab munculnya masalah di kantor? Menurut Paul, bisa jadi keduanya. “Aura negatif bisa mengindikasikan adanya masalah (dalam diri seseorang) dan menjadi stimulus terhadap munculnya perilaku negatif orang lain,” urai Paul. 

Gejala dan Penyebab Munculnya Aura Negatif di Lingkungan Kerja (Depositphotos)
Gejala dan Penyebab Munculnya Aura Negatif di Lingkungan Kerja (Depositphotos)

Kecuali karena masalah kesehatan, dalam kondisi normal seseorang tidak seharusnya menunjukkan reaksi negatif terhadap sesuatu. Menurut Paul,
“Umumnya, ketika seseorang berkomunikasi dengan cara negatif kepada orang lain, tindakan ini memicu munculnya reaksi negatif lain dari orang yang diajak bicara. Polanya bisa terus berlanjut dan semakin intensif.”

Reaksi negatif secara berantai akan menciptakan aura negatif di lingkungan kerja.

Reaksi negatif bisa muncul karena berbagai faktor, sering kali kombinasi dari banyak masalah. Salah satu faktor yang paling banyak diabaikan adalah faktor psikologis.

“Perlu diingat bahwa kita lebih sering bereaksi dengan perilaku negatif ketika lelah, lapar, atau haus, ketika ada perubahan hormonal, atau ketika kita sedang tidak enak badan seperti pusing,” urai Paul. 

Kemungkinan besar, sumber reaksi negatif itu adalah ketika ekspektasi tidak tercapai. “Kita lebih mudah marah (dalam intensitas level marah berbeda) ketika apa yang kita pikir harusnya terjadi, ternyata tidak. Atau ketika sesuatu terjadi namun kita beranggapan hal itu tidak seharusnya terjadi,” lanjut Paul.

Ketika salah seorang anggota di komunitas kantor berperilaku negatif secara konsisten, bisa jadi ia sedang mengalami ketidaksesuaian ekspektasi dengan realitas, entah di kehidupan pribadi atau kerja. 

Kita tidak bisa mengubah sifat seseorang, juga kemungkinan kecil mengatur perilaku seseorang di kantor. Namun kita punya kemampuan untuk memengaruhi orang lain dalam mengalihkan aura negatif ke positif. 

(riz / gur) 

Komentar