aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Konsultasi Psikologi: Suami Ingin Rujuk, Tapi Selingkuhannya Telanjur Hamil

Tuesday, 5 September 2017 23:59:00 WIB | Wida Kriswanti
Konsultasi Psikologi: Suami Ingin Rujuk, Tapi Selingkuhannya Telanjur Hamil
Konsultasi Psikologi: Suami Ingin Rujuk, Tapi Selingkuhannya Telanjur Hamil (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi form KONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura,

Perkenalkan nama saya N, saya berusia 25 tahun. Usia pernikahan saya genap dua tahun. Saya mempunyai bayi berusia satu tahun. Bertepatan pada bulan lahir anak saya dan hari pernikahan saya, saya mendapati suami selingkuh. 

Semua bukti sudah terbukti. Rasa sakit dan kecewa menjadi satu. Tapi, karena cinta, saya masih berhubungan baik dengan suami. Saya ingin bertahan, tapi luka hati kadang memaksa berpisah. 

Suami menyesali semuanya dan memilih saya. Tapi ketika saya menelepon selingkuhannya, ia sudah telat datang bulan. Namun apapun yang terjadi, katanya suami tetap ingin bersama saya. 

Saya harus bagaimana? Harus berpisah atau bertahan? Ini sama - sama menyakitkan. 

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Dear, 

Membaca apa yang Anda sampaikan, berikut yang bisa saya sampaikan.

1. Masalah sejak awal 

Jika benar bahwa suami Anda berselingkuh pada tahun - tahun pertama pernikahan kalian dan saat baru punya anak yang biasanya sedang lucu - lucunya, dugaan pertama adalah suami Anda seseorang yang punya tabiat atau karakter kurang baik, terutama terkait dengan kemampuan bertahan dan mempertahankan komitmen. Ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat memutuskan rujuk dan memaafkan suami Anda, bahwa suami harus dipastikan memiliki solusi - solusi perbaikan terhadap karakter dirinya untuk lebih menghargai dan komitmen dalam pernikahan ini. Apalagi sekarang sudah punya anak. Maka peran fungsinya sudah bukan sebagai suami saja, melainkan juga sebagai ayah.

Dugaan kedua adalah bahwa hubungan Anda berdua sejak awal sudah salah. Kurang tepat atau ada yang dipaksakan, atau mungkin lainnya. Yang jelas, pernikahan yang sangat diharapkan oleh kedua belah pihak hampir tidak mungkin akan membuat salah satu maupun keduanya menyerah dan atau berpaling dalam waktu singkat. Jika ini yang terjadi, sebaiknya sebelum anda rujuk kembali, selesaikan dulu masalah yang belum tuntas ini. Jangan sampai setelah rujuk, masalah yang sama terulang lagi. 

2. Kepada selingkuhan 

Informasi tentang selingkuhan suami yang Anda katakan sudah terlambat datang bulan, sebaiknya benar - benar dipastikan kebenarannya. Apakah benar hamil dan apakah benar itu benih suami Anda. Ini dibutuhkan waktu dan saya sarankan dalam menghadapi masalah ini, Anda didampingi pihak keluarga baik dari pihak suami maupun pihak Anda. Jika benar, maka tentu suami harus bertanggung jawab dan lalu mengambil keputusan - keputusan yang terkait dengan kehidupan Anda dan anak Anda. 

Jika ternyata tidak benar, maka tetap harus ada perbaikan pernikahan Anda. Dan proses ini pun harus didampingi oleh konsultan atau keluarga yang dianggap dapat membantu, atau pemuka agama. Begitupun ke depannya, hingga pernikahan Anda benar - benar mapan, jangan berjalan sendiri, karena khawatir terjadi perselingkuhan lainnya. 

(anggia / wida)

Komentar