aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Membedakan Antara Terobsesi dan Kecanduan Media Sosial

Friday, 1 September 2017 00:30:00 WIB | Yuriantin
Membedakan Antara Terobsesi dan Kecanduan Media Sosial
Terobsesi dan kecanduan media sosial memiliki perbedaan (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Tiada hari tanpa mengunggah foto atau video di media sosial. Kebiasaan yang umum dilakukan banyak orang di masa sekarang. 

Tidak jarang yang menyebut fenomena ini sebagai kecanduan. Namun, menurut direktur klinis Center for Internet Addiction Recovery, Kimberly Young, PsyD, lebih banyak masyarakat yang mengalami obsesi media sosial dibanding kecanduan media sosial. 

Anda bisa dibilang kecanduan media sosial jika kerap memantau Instagram karena membuat Anda merasa senang. Namun, jika Anda terus memantau Instagram karena takut ketinggalan kabar atau berita di dalam Instagram, Anda disebut terobsesi. 

"Disebut kecanduan, jika otak mencari zat tertentu seperti dopamin atau serotonin," ungkap psikolog Larry Rosen seperti dikutip dari laman Refinery29. Sedangkan, obsesi muncul kala Anda terdorong memantau media sosial untuk mengurangi kadar kortisol atau adrenalin dalam tubuh. 

Perbedaan lain adalah mereka yang kecanduan media sosial akan mengunggah foto atau video setiap saat dan tidak bisa membedakan unggahan mana yang penting dan tidak. 

Mereka menjadikan media sosial sebagai pengalihan dari hidup dan akan merasa jengkel jika tidak bisa mengakesnya. 

(yuri / wida)

Komentar