aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Biseksual dan Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Orientasi Seksual Tersebut

Wednesday, 16 August 2017 13:40:00 WIB | Nanda Indri Hadiyanti
Biseksual dan Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Orientasi Seksual Tersebut
Biseksual dan Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Orientasi Seksual Tersebut (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Biseksual diketahui sebagai ketertarikan seseorang pada lawan jenis dan sejenisnya sekaligus. Hal ini baru bisa diketahui seiring bertambahnya pengalaman hidup seseorang.

Bahwa, orientasi seseorang ternyata tidak hanya dengan lawan jenis, atau dengan sejenisnya saja. Seseorang bisa jadi tahu belakangan, setelah melewati sekian pengalaman, bahwa dirinya seorang biseksual. 

Di satu fase kehidupan, setiap orang mungkin saja memiliki ketertarikan yang berbeda di luar kebiasaan mereka. Ketika itu terjadi, mereka beranggapan sudah berubah orientasi sebagai biseksual.

Ketertarikan itu kemudian berlanjut hingga terbentuknya sebuah hubungan. Dengan berjalannya hubungan itu semakin meyakinkan diri bahwa dia adalah seorang biseksual. Pasalnya ini terjadi pada mereka yang sudah pernah membina hubungan sebelumnya, baik itu dengan lawan jenis ataupun dengan sejenisnya. 

Kecenderungan ketertarikan pada dua gender biasa terjadi pada mereka yang tadinya penyuka sejenis. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada mereka yang tadinya normal. Hingga saat ini belum ada takaran yang bisa memastikan awal mulanya seseorang bisa menjadi biseksual. 

Beberapa tahun lalu pernah diterbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Rieger, Chivers, dan Bailey tentang penelitian perbedaan efek rangsangan gairah sebagai penentu orientasi seks laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada mereka yang memiliki orientasi normal, sejenis dan biseksual. 

Mereka diminta menonton video pasangan yang sedang berhubungan intim. Lalu hasilnya, terdapat pola yang berbeda-beda. Laki-laki yang diidentifikasi gay memiliki gairah lebih pada video hubungan intim antara dua laki-laki. Sementara untuk laki-laki yang oritentasi normal gairahnya lebih besar ketika melihat dua wanita berhubungan intim.

Sementara untuk yang biseksual cenderung lebih terangsang oleh laki-laki daripada rangsangan perempuan. Dengan kata lain, dari penelitian ini seorang biseksual lebih terangsang dengan individu yang bergender sama dengannya. Tapi sayangnya tidak semua pola menunjukkan hasil tersebut, hingga sejumlah ahli mengatakan penelitian ini tidak cukup untuk membedakan reaksi fisik menjadi penentu seorang sebagai biseksual. 

(nda / wida)

Komentar