aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Cara Memilih Mainan untuk Membuat Anak Lebih Pintar

Sunday, 11 May 2014 07:40:23 WIB | Wida Kriswanti
Cara Memilih Mainan untuk Membuat Anak Lebih Pintar

TABLOIDBINTANG.COM - TIDAK ada anak yang tidak menyukai mainan. 

Tugas Anda untuk menyediakan mainan yang bermanfaat lebih untuk kecerdasan mereka. Jangan terpaku pada harga yang mahal, tapi pastikan itu bernilai. 

Berikut ini panduan memilih mainan anak dari Raise Smart Kids yang bisa Anda ikuti. 

1. Pilih mainan yang sesuai dengan usia anak 
>> Jika melebihi usianya, anak akan mudah dibuat frustrasi karena tidak bisa memainkannya. Alih-alih membuat anak lebih pintar, malah tertekan. Sebaliknya, jika membelikan mainan di bawah usianya, anak akan cepat bosan dan mainan pun sia-sia. 

2. Pilih mainan yang sesuai dengan jenis kelamin
>> Ini akan membantu mereka untuk lebih cepat mengenali peran berdasarkan gender. Perempuan akan menjadi seorang ibu, laki-laki harus lebih tangguh dan pemberani. 

3. Observasi terlebih dulu karakter anak
>> Dengan melakukan observasi, Anda akan mengetahui minatnya, kesukaannya, level kemampuannya, karakter favoritnya, dan lain-lain, sehingga anak akan lebih enjoy saat bermain. 

4. Pilih mainan yang dapat mengembangkan imajinasi
>> Hindari membeli mainan yang hanya bisa dimainkan dengan cara yang terbatas. Mainan yang bisa mendorong imajinasi jauh lebih baik ketimbang mainan yang digerakkan dengan baterai. Boneka harimau yang bisa (dibuat) memanjat di bahu anak atau bersembunyi di balik bantal lebih menantang ketimbang mainan harimau yang bisa mengaum atau bergerak maju-mundur. 

5. Pilih mainan yang dapat membuat anak melakukan sesuatu terhadapnya
 >> Mainan dengan bagian-bagiannya yang dapat dirangkai satu sama lain atau mainan yang dapat dibentuk menjadi sesuatu, dapat membuat anak belajar mengenali bentuk, warna, dan ukuran. 

6. Beri mainan yang bervariasi agar anak bisa mempelajari beragam hal
>> Hanya karena anak menyukai puzzle, tidak berarti Anda terus membelikannya puzzle. Ajak dia memainkan yang lain, seperti bola atau cat air. 

7. Ketika Anda membelikan anak mainan, jangan memberikannya begitu saja
>> Bermainlah bersama mereka, ajarkan cara memainkannya yang benar, sambil memberikan sedikit tantangan atau kreativitas yang membuat permainan tidak membosankan. Anak yang ditemani orang tuanya saat bermain juga akan merasa dicintai. 

8. Beri tenggang waktu untuk memberikan mainan baru pada anak
>> Bisa jadi Anda orang tua yang mampu membelikan sebanyak apa pun mainan yang diinginkan anak. Namun cobalah untuk memberi jarak, misalnya membeli mainan setiap akhir bulan satu macam saja. Dengan cara ini, anak akan memiliki cukup banyak waktu untuk mengeksplorasi satu mainan sampai datang mainan yang baru. Selain itu, anak juga akan belajar untuk menghargai mainan miliknya sebagai koleksi yang tidak mudah didapatkan.

9. Pastikan mainan yang diberikan aman untuk anak
>> Faktor keamanan sangat penting jika anak masih berusia sangat muda. Pastikan, sebagai contoh, mainan kerincing untuk bayi tidak boleh yang berlubang, karena memungkinkan jari anak terselip atau terjepit. 

10. Simpan mainan dalam ruang terbuka, sehingga anak bisa memainkannya sekali waktu secara bergantian
>> Hanya karena tidak mau rumah terlihat berantakan, Anda merapikan mainan anak di tempat yang tidak terjangkau. Kalau seperti ini akhirnya, apa gunanya membelikan mainan? Alih-alih menyembunyikannya di gudang, lebih baik biasakan anak untuk merapikannya setelah bermain. 


(wida/adm)

Komentar