aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Mesra dengan Lawan Jenis di Grup Chat, Kapan Menjadi Sebuah Perselingkuhan?

Wednesday, 26 July 2017 03:30:00 WIB | Wida Kriswanti
Mesra dengan Lawan Jenis di Grup Chat, Kapan Menjadi Sebuah Perselingkuhan?
Clear chat bisa jadi mengindikasikan niat selingkuh (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Berinteraksi dengan orang lain di grup chat menjadi hal yang tidak terhindarkan oleh siapapun sekarang ini. Tidak hanya untuk urusan pekerjaan, namun juga untuk hal profesional lainnya seperti sosial, pendidikan, atau pertemanan almamater, grup chat menjadi saluran komunikasi paling andal. 

Dari sinilah rentan muncul interaksi yang dianggap tidak semestinya. Antara lain percakapan canda dan mesra antara lawan jenis yang jelas bukan pasangan. Tidak jarang hal ini memunculkan perasaan cemburu pada diri pasangan resmi di rumah. 

Atau, jika kita sendiri yang melakukannya, berinteraksi penuh canda dan mesra di grup chat, bolehkah?  

Konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti, kepada Aura mengatakan, bahwa hal tersebut memang sulit terhindarkan. Karena sudah terlalu akrab satu sama lain di grup chat, candaan yang menjurus sering tak terelakkan.

"Tidak masalah, kecuali sudah melakukan clear chat diam - diam tanpa sepengetahuan pasangan," buka Anggia Chrisanti. "Karena perselingkuhan itu bukan pada saat saling bercanda atau apapun dengan orang lain di grup chat, melainkan pada saat pesan (penuh canda) itu dihapus," imbuhnya.

Dijelaskan Anggia Chrisanti lebih lanjut, walau tidak bermaksud selingkuh, rajin clear chat bisa menimbulkan prasangka selingkuh. Terutama bila diketahui oleh pasangan di rumah. Contoh lainnya, bila antara orang - orang yang berkumpul di satu grup chat, ada kesepakatan yang berlaku tidak langsung, 'jangan lupa clear chat, ya'. 

"Jika tidak melakukannya, betapapun menjurus, namun berarti tidak ada yang disembunyikan. Ini naughty belaka," bilang Anggia Chrisanti. "Yang selingkuh itu, selain clear chat, justru yang DM (direct message), janjian telepon atau chat pada waktu tertentu, dan sebagainya.

Namun di luar itu semua, selingkuh hati lebih parah dibanding selingkuh fisik. Salah satunya dengan sengaja menunjukkan sikap tidak ingin menyakiti perasaan selingkuhan dengan mengurangi perhatian atau hubungan dengan pasangan aslinya.

"Misal jika interaksi grup chat juga dilakukan di media sosial, mereka yang selingkuh secara tidak sadar akan mengurangi kemesraan dengan pasangan resminya agar tidak membuat cemburu pasangan selingkuhnya. Jadi selalu menjaga dan menyenangkan perasaan selingkuhan," pungkasnya. 

(wida / wida)

Komentar