aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Konsultasi Psikologi: Trauma Setelah Memergoki Suami Selingkuh Lewat Chat

Friday, 7 July 2017 16:00:00 WIB | Wida Kriswanti
Konsultasi Psikologi: Trauma Setelah Memergoki Suami Selingkuh Lewat Chat
Mendapati suami selingkuh lewat chatting-an, menghilangkan rasa percaya (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi form KONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura, 

Saya memergoki suami chatting-an dengan wanita lain dan chatting-an itu banyak omongan yang tidak senonoh. Hal ini saya tanyakan kepada suami, siapa wanita tersebut dan suami akhirnya mengakui kalau ia sedang dekat dengannya. 

Perkenalan mereka berawal dari chatting-an online. Menurut pengakuan suami, mereka baru bertemu langsung satu kali. Karena sudah ketahuan oleh saya, suami jadi berhenti menghubungi wanita itu bahkan saya pun sudah menegur wanita itu. 

Meskipun demikian saya masih tidak percaya kepada suami, apakah dia benar - benar sudah tidak berhubungan lagi dengan wanita itu. Karena setelah suami bilang ia akan berhenti menghubungi, saya mulai mendapatkan teror.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya agar saya bisa mempercayai janji suami yang tidak akan menghubungi wanita itu lagi. Jujur perasaan saya sepertinya mereka masih berhubungan dan langkah apa yang harus saya tempuh agar pikiran saya menjadi tenang. 

Karena kejadian ini saya sempat minta gugatan cerai, karena saya tidak mau ini sampai terjadi lagi.

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Dear, 

Perkenalan di dunia maya memang banyak berakhir dengan buruk. Mulai dari perselingkuhan hingga yang berujung perceraian. Baik dengan orang - orang yang baru ditemui di dunia maya atau orang - orang lama yang dipertemukan lagi di dunia maya. 

Yang mesti kita ketahui adalah, ada dua faktor terjadinya setiap perbuatan, baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk, yaitu:

Niat dan kesempatan 

Niat ini erat kaitannya dengan bawaan diri, terutama pengalaman - pengalaman di masa lalu. Sedangkan kesempatan terkait dengan hal - hal kekinian. 

Internet dan chatting adalah sebuah kesempatan untuk orang bisa berbuat appaun. Menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Mengambil manfaat positif atau negatif. 

Dari cerita Anda, nampaknya suami mengambil kesempatan menggunakan internet untuk melakukan selingkuh di dunia maya. Namun demikian, di sini tidak disebutkan karakter atau bawaan suami Anda seperti apa. Artinya, apakah memang baru kali ini saja, karena ada kesempatan ini, maka suami berbuat demikian, atau memang jangan - jangan kesempatan ini hanyalah kesempatan yang memang dicari. 

Artinya, apakah sesungguhnya suami punya bawaan tidak setia atau suka selingkuh? 

Jika bawaannya demikian, maka pasti Anda yang paling tahu bahwa perselingkuhannya kali ini hanya satu dari sekian ketidaksetiaannya. Inilah yang kemudian berdampak pada kepercayaan Anda kepada suami. 

Biasanya, jika ini dianggap sebagai sebuah kesalahan dan kekhilafan karena adanya kesempatan, maka Anda cenderung akan mudah memaafkan dan kembali percaya. Namun dugaan saya, ini bukanlah kali pettama suami selingkuh. Sehingga Anda sulit memaafkan dan kembali percaya. Apalagi yang kemudian Anda mendapatkan teror, yang entah dari siapa, namun menjadi alasan penguat untuk Anda merasa sulit memberi kepercayaan lagi. 

Saran saya, jika memang Anda merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, jika masalah ini cenderung berlarut dan bahkan merembet ke masalah lainnya, baiknya Anda datang ke ahli (psikolog, konsultan pernikahan, pemuka agama) untuk Anda mendapatkan saran yang lebih praktis termasuk bimbingan untuk Anda berdua. 

Tentu nanti konsultasi harus dilakukan oleh Anda dan suami agar hasilnya lebih efektif dan mencapai harapan yang baik. 

(anggia / wida)

Komentar