aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Gagal Berumah Tangga Berkali - kali, Ini Penjelasan Menurut Teori Inner Child

Wednesday, 5 July 2017 13:00:00 WIB | Wida Kriswanti
Gagal Berumah Tangga Berkali - kali, Ini Penjelasan Menurut Teori Inner Child
Lebih dari satu kali gagal berumah tangga, apa yang salah? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ketika melangsungkan pernikahannya yang ketiga, banyak pihak menyayangkan keputusan yang terlihat tergesa - gesa dari Muzdalifah. Bahkan banyak permasalahan terkuak tidak lama setelah pernikahannya dengan Khairil Anwar digelar. Hingga akhirnya, gugatan cerai dilayangkan juga dari pihak Muzdalifah, hanya berselang 42 hari setelah hari pernikahan. 

Konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti, menduga, ada masalah inner child pada diri Muzdalifah. Dijelaskan olehnya kepada Aura, bahwa bahaya inner child di antaranya sering membuat seseorang salah mengambil keputusan.

"Inner child mudahnya dipahami sebagai adanya sosok anak dalam diri orang dewasa yang justru menjadi faktor terbesar untuk orang dewasa itu dalam merasa, berpikir, dan bertindak," buka Anggia Chrisanti.

Namun sebetulnya inner child tidak melulu negatif. Bisa jadi positif jika inner child yang berada dalam diri orang dewasa adalah yang menyenangkan, bahagia, merasa dihargai, dicukupnya, maka saat dewasa akan menjadi pribadi yang mudah bahagia dan penuh rasa syukur.

"Sebaliknya, jika inner child yang dimiliki cenderung negatif, maka akan memunculkan orang dewasa yang sering lepas kendali menjadi negatif," terang Anggia Chrisanti. 

Ditambahkan Anggia Chrisanti, pun saat ada gambaran sosok orang dewasa yang selalu salah, kurang tepat, dan gegabah dalam mengambil keputusan besar, khususnya terkait memilih pasangan dan lalu menikahinya, ini ada apa? Apalagi jika bukan satu dua kali gagal. Dan bahkan sudah punya tanggung jawab anak yang lebih dari satu dengan usia yang beragam. 

"Seharusnya pertimbangan - pertimbangan sebagai orang dewasa dikedepankan dalam mengambil keputusan," pungkas Anggia Chrisanti. 

(wida / wida)

Komentar