aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Konsultasi Psikologi: Dua Kali Jadi Korban Selingkuh Pria yang Sama

Monday, 3 July 2017 13:00:00 WIB | Wida Kriswanti
Konsultasi Psikologi: Dua Kali Jadi Korban Selingkuh Pria yang Sama
Konsultasi Psikologi: Dua Kali Diselingkuhi Pria yang Sama, Harus Bagaimana?

TABLOIDBINTANG.COM - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi form KONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura, 

Saya memiliki pacar. Ini adalah kedua kalinya kami berpacaran setelah sekian tahun berpisah. Alasan kami putus di hubungan yang pertama adalah karena dia selingkuh dengan temannya hingga temannya hamil dan akhirnya mereka menikah. Saat itu saya sangat down hingga butuh waktu hingga 2,5 tahun untuk move on. 

Setelah saya sudah move on, dia datang kembali dan mengatakan bahwa dia sudah cerai. Kami pun mulai berhubungan kembali, walau tidak intens karena saya masih trauma. 

Hampir satu tahun kami berkomunikasi dengan tidak intens, akhirnya kami berkomitmen untuk melanjutkan hubungan kami (berpacaran). 

Setelah berjalan sekitar 5 bulan, saya mendapatkan kabar dari salah satu teman perempuan saya bahwa ternyata pacar saya selingkuh dengan dirinya. Ia mengaku tidak tahu kalau pria ini pacar saya. Saya sakit hati, saya merasa dibohongi. Dan sekarang dia lebih memilih teman saya ini. 

Untuk beberapa saat saya memilih untuk tidak menghubungi teman saya karena saya masih merasa sakit dan selalu merasa ingin tahu keadaan mantan pacar saya sekarang. Walaupun komitmen saya dan teman saya akan tetap berhubungan baik karena pada saat itu kami sama - sama dibohongi mantan pacar saya itu. 

Yang ingin saya tanyakan, apakah saya harus tetap berhubungan baik dengan teman saya? Apakah mantan pacar saya memiliki kebiasaan selingkuh? Apa kebiasaan selingkuh dapat disembuhkan? 

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Dear, 

Selingkuh itu adalah symptom atau gejala suatu penyakit. Akarnya adalah: tidak dapat berkomitmen.

Ini akan merembet kemana - mana. Misalnya saat dia bekerja, biasanya tidak pernah betah lama. Meski sekadar 1 -2 tahun saja. Ketidakmampuan berkomitmen ini ada akarnya. Dan biasanya terkait dengan pola pengasuhan dalam keluarga dan atau inner child-nya. 

Saran saya, tidak usah berharap banyak pada pria ini. Anda hanya akan lelah dan capek. Anda harus terus menerus mengingatkan pada komitmen - komitmennya. Dan ini bentuk hubungan yang tidak positif. 

Syukuri jika saat ini ia telah berpindah ke lain hati. Ini adalah jalan dari Tuhan untuk membuat Anda jauh darinya. 

Mengenai teman Anda, saran saya bertemanlah seperlunya saja. Dan cukup tahu bahwa dia seperti apa. Sama dengan mantan pacar Anda, teman Anda ini juga punya masalah perilaku, terhadap etika dan lainnya. Dia tidak memilih putus setelah tahu bahwa ia menjadi wanita kedua dari sebuah hubungan, bahkan hubungan temannya sendiri. Ini juga bisa merembet kepada hal yang lain juga. 

Jika Anda sudah tidak sakit hati, berteman lagi tidak masalah. Meski tidak perlu terlalu dekat. Cukup ala kadarnya saja. 

(anggia / wida) 

Komentar