aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

[KONSULTASI] Tidak Merasa Gembira Setelah Menghadiri Reuni Sekolah

Friday, 24 February 2017 16:00:00 WIB | Wida Kriswanti
[KONSULTASI] Tidak Merasa Gembira Setelah Menghadiri Reuni Sekolah
Pertemuan kembali tidak selalu memberi kebahagiaan (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi formKONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura,

Sekolah saya mengadakan reuni, saya datang. Tapi ternyata saya tidak mendapatkan kegembiraan seperti dalam bayangan. Padahal ini, kan teman-teman saya dulu. 

Kenapa, ya Aura?

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Sebelumnya, sayang sekali Anda tidak menyebutkan reuni apa yang baru saja Anda hadiri. Apakah reuni SD, SMP, SMA, atau kuliah, atau?

Karena setiap reuni punya karakternya sendiri.

Garis besarnya seperti ini:

1. Reuni SD

Di usia itu, walaupun terlewati selama 6 tahun, namun biasanya belum banyak hal yang kita ingat atau berkesan. Andaipun ada, biasanya paling banyak adalah kenangan di tingkat-tingkat akhir, kelas 5 atau 6 SD. Walau tidak menutup kemungkinan ada juga memori-memori dari masa sebelum itu. Ditambah saat itu usia kita masih tergolong anak-anak. 

> Karakteristik reuninya biasanya, saling lupa nama, lupa wajah, dan hanya sedikit saja yang Anda ingat, terutama teman-teman yang pernah sekelas dan terutama yang pernah meninggalkan kesan. Misal, paling nakal, paling cengeng, paling gendut, dan lain-lain. Biasanya kita tidak banyak ekspektasi di reunian SD, selain kumpul, mengingat kembali, dan menyambung silaturahmi.

2. Reuni SMP

Di sini mulai muncul cerita-cerita seru, antara lain cerita cinta. Namun biasanya, kisah dari para wanita lebih seru dari para pria. Karena para perempuan di usia itu mulai terlihat cantik, berprestasi, menarik, dan lain-lain. Laki-laki masih lebih "cupu", walau tidak semuanya. Mulai ada cerita tentang persahabatan, tentang cinta monyet, guru-guru, geng-gengan, bully-bully-an, tapi biasanya masih belum membekas. Karena di usia itu selain belum terlalu banyak mengingat, biasanya akan agak tertutup dengan kisah saat SMA. 

>> Karakteristik di reuni SMP, kita mulai ada harapan-harapan tentang keakraban, lebih dari reuni SD meski belum seperti reuni SMA. 

3. Reuni SMA 

Nah, ini biangnya reuni. Mulai beranjak dewasa, banyak pengalaman pertama, dan lain-lain. Bisa dibilang dunia paling seru. lebih banyak kisah dan cerita, dan semua itu biasanya terekam cukup dalam di hati dan ingatan. Semua yang manis, yang membahagiakan, hingga yang paling menyakitkan. Tentang sahabat-sahabat yang pernah berjanji akan bersama selamanya, tentang cerita cinta yang mulai beranjak serius, tentang tuntutan akademis yang mulai membebani, namun sering terkalahkan dengan serunya hari-hari dengan kisah yang lebih nyata. Guru galak, labrak-labrakan, dan lain-lain. Masing-masing sadar atau tidak mulai mencari tempat yang paling pas untuk dirinya. Jadi si populer, si bandel, si cupu, si pintar, si aktif berorganisasi, dan si yang lainnya. Konflik makin tipis, namun makin tajam. Saling tikung urusan pelajaran hingga percintaan. 

>> Nah, biasanya reuni ini paling banyak menelan orang-orang yang merasa kecewa. Karena saat hadir di reuni, ternyata tidak seindah bayangan. Ingat, prinsipnya, yaitu menempatkan masa SMA masa yang paling indah. Tapi ternyata, sahabat tidak lagi seperti dulu, perubahan kelompok, no one become someone, atau sebaliknya. Yang dulu digadang-gadang akan sukses ternyata biasa saja. Yang tadinya terlihat cantik dan ganteng, kini tidak lagi menawan. Malah yang dulu tidak diperhitungkan sebagai gebetan, kini bersinar dan memesona. Belum ditambah dengan perubahan bentuk tubuh yang tadinya semua ideal, baik laki-laki dan perempuan, begitu reuni, berubah semua. 

Hal yang biasanya terjadi adalah saling tidak menerima. Tidak menerima perubahan diri dan perubahan teman. Ini biasanya yang cukup memunculkan depresi bagi cukup banyak orang. Andaipun tidak diakui, biasanya hanya karena ada upaya mengkamuflase kenyataan. 

4. Reuni kuliah 

Ini biasanya agak lebih serius. Biasanya keadaan saat kuliah dan saat reuni tidak terlalu banyak berubah. Hanya beberapa saja yang mengalami perubahan ekstrem. 

>> Karakteristiknya reuni ini masih cukup mudah dihadapi, hampir sama rasanya seperti berkumpul dengan teman-teman pada masa sekarang. 

Nah, jadi jangan terlalu sedih. Anda tidak sendiri. banyak teman Anda merasakan hal yang sama. Andai tidak terlihat, mereka hanya lebih pandai berpura-pura. Walau bukan berarti semuanya merasa kecewa. 

Mereka yang merasa sukses di saat ini biasanya yang paling bahagia dan rela datang ke reuni sana sini. 

(anggia/wida)

Komentar