aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Cara Mengajarkan Anak Memiliki Rasa Malu

Wednesday, 7 December 2016 05:30:55 WIB | aura.co.id
Cara Mengajarkan Anak Memiliki Rasa Malu
Anak remaja yang punya rasa malu jauh lebih baik (Dok. Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ih, enggak punya malu!

Mungkin kita sering berkomentar seperti itu kepada orang lain atau anak orang lain yang dalam pandangan pribadi melakukan hal-hal yang memalukan. Misalnya, kepada perempuan yang cara duduknya sembarangan, berkata-kata tidak sopan, berpakaian seronok, dan lain-lain.

Hati-hati, siapa tahu di rumah kita sendiri sedang mendidik anak menjadi pribadi yang tidak tahu malu.

Dikatakan Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Psikologi Westaria (@ig-giadc), orang tua sering tanpa sadar membiasakan anak untuk tidak malu. Misalnya, ketika anak masih menyusui, ibu-ibu sering melakukannya “sembarangan”.

“Padahal ibu bisa bilang kepada anak ketika mau menyusui mereka, seperti 'sebentar ya, kita cari dulu tempat biar enggak malu'. Akan lebih baik jika ibu menjelaskan secara lebih spesifik alasannya. Misal, nanti dilihatin orang kalau sembarangan,” terang Anggia.

Hasilnya, walaupun anak masih berusia 5 atau 6 bulan, mereka tidak akan mau menyusu di sembarang tempat. Mereka akan terbiasa pula, misalnya, menyusu sambil ditutupi apron (atau kerudung bagi yang berhijab).

“Secara perkembangan otak, malu ini merupakan perkembangan otak depan. Spiritual, bukan ritual,” jelas Anggia.

“Malu inilah cikal bakal kesalehan dan saleh pangkal segalanya. Ke depannya akan berhubungan erat dengan bagaimana anak berkepribadian, terkait dirinya sendiri dan juga dengan orang lain (di luar dirinya),” sambung Anggia.  

AURA.CO.ID

Komentar