aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

6 Penyebab Galau di Tempat Kerja

Thursday, 27 October 2016 08:30:09 WIB | aura.co.id
6 Penyebab Galau di Tempat Kerja
Galau di kantor membuat pekerjaan terganggu (depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Cintai apa yang Anda kerjakan, kerjakan apa yang Anda cintai. Sungguh ideal bila kita bisa bekerja seperti kata-kata bijak ini. Sayangnya dalam dunia nyata, menjalani pekerjaan tak lepas dari masalah.

Secinta apa pun dengan pekerjaan, terkadang ada hal-hal yang membuat seseorang galau sehingga semangat mencintai pekerjaan mengendur. Apa saja hal-hal yang sering kali membuat galau para pekerja? 6 hal berikut mungkin mewakili pengalaman Anda.
Pekerjaannya tidak atau kurang menantang
    
Ada jenis pekerjaan yang hanya membutuhkan kebiasaan dan ketekunan mengerjakannya saja. Tidak ada tantangan, tidak memerlukan improvisasi, dan tidak memancing daya imajinasi dan kreativitas. Tak heran Anda mudah terserang bosan. Hal ini diperburuk tidak adanya kejelasaan jenjang karier. Masa iya, mau mengerjakan hal itu-itu saja seumur hidup? Coba pikirkan ulang dan mulailah cari kesempatan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih menantang dan berwarna.

Gaji tidak memadai
Setiap orang tentu ingin bekerja dan dihargai sesuai kemampuan dan tanggung jawab yang diembannya. Bagaimana pun salah satu tujuan utama bekerja adalah untuk mencari nafkah. Gaji yang sesuai akan membuat seseorang bekerja dengan perasaan nyaman dan makin mencintai pekerjaannya.

Sebaliknya, mereka yang menerima gaji yang jumlahnya tidak sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan tentu akan banyak mengeluh saat bekerja. Tanya kepada diri sendiri, seberapa layak Anda dibayar? Kalau Anda merasa gaji Anda terlalu kecil untuk pekerjaan yang telah Anda lakukan, upayakan membicarakannya dengan atasan.

Jika tidak berhasil, Anda punya pilihan untuk mencari pekerjaan lain yang mampu membayar Anda dengan layak. Namun perlu diperhatikan, Anda harus jujur dengan kemampuan yang Anda miliki.

Terlibat konflik
Konflik di dunia kerja terkadang tak bisa dihindari. Entah itu terlibat persaingan, tidak cocok secara sifat, berada di tim yang tidak menyenangkan, gosip kantor, politik kantor yang terlalu kuat, atau ada saja seseorang yang menurut Anda sangat menjengkelkan dan membuat suasana kerja tidak kondusif.

Situasi seperti ini memang tidak nyaman. Namun coba pikirkan lagi, apa Anda mau karier terhambat hanya karena konflik –yang biasanya muara permasalahannya sepele-- di kantor? Cepat selesaikan konflik Anda, dan kembalilah ke jalur aman.

Melakukan kesalahan fatal
Manusia tidak luput dari kesalahan. Namun jika kesalahan itu kita yang melakukan, tentu rasanya tak mengenakkan. Apalagi jika melakukan kesalahan fatal menyangkut pekerjaan. Salah membuat laporan, tidak sengaja menghilangkan uang atau inventaris kantor, lalai melakukan pekerjaan, dan hal-hal lain yang akan berdampak pada pengenaan sanksi.

Kalau sudah terjadi, stres menghampiri. Alih-alih menghindar dari masalah tetapi kerap dihantui rasa bersalah, segera selesaikan. Akui saja kesalahan apa pun yang telah diperbuat, minta maaf, bertanggung jawab, lalu berjanji tidak mengulangnya lagi. Bersikaplah kesatria. Bagaimana pun jujur lebih menenangkan ketimbang terus menyimpan kebohongan.

Atasan menyebalkan    
Dua hal yang tidak bisa dipilih dalam hidup; orang tua dan atasan. Memiliki atasan yang menyebalkan seolah takdir buruk seseorang. Bekerja di bawah atasan yang cerewet, banyak menuntut, tidak menghargai orang, bossy, pemarah, dan tidak ramah sama sekali bukan situasi yang diinginkan setiap pekerja.

Perasaan takut, stres, dan tidak nyaman bekerja tentu hinggap. Namun manusia dilahirkan dengan kemampuan beradaptasi. Pelajari sifat atasan, lalu mulailah belajar meminimalkan melakukan hal-hal yang tak disukainya agar Anda terhindar dari masalah.

Belum menemukan gairah kerja
Memiliki passion atau gairah kerja akan membuat seseorang bersemangat menjalani hari-hari kerjanya. Kondisi sebaliknya terjadi bila seseorang ditakdirkan menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan kegemarannya. Tanpa gairah, bekerja akan menjadi rutinitas saja, tanpa ada keinginan untuk mengerahkan segala potensi.

Bagaimana jika Anda sulit keluar dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat? Ayolah, Anda tak menghabiskan waktu 7 hari seminggu, 24 jam sehari di kantor, kan? Manfaatkan waktu luang untuk menyalurkan kegemaran dan aktualisasi diri. Jika memungkinkan, lakukan double job. Lakukan kegiatan kegemaran Anda sebagai pekerjaan sampingan. Jika tidak, Anda tetap bisa bersenang-senang dengan hobi dan kegemaran Anda sebagai pengisi waktu luang dan liburan. Mengapa tidak?

AURA.CO.ID

Komentar