aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Agar Tetap Bisa Happy, Ini 10 Hal yang Harus Dilakukan Workaholic

Wednesday, 21 September 2016 11:20:53 WIB | AURA
Agar Tetap Bisa Happy, Ini 10 Hal yang Harus Dilakukan Workaholic

TABLOIDBINTANG.COM - “Kapan giliran gue nikah, ya?” Sebuah kalimat yang sangat mungkin terlontar—baik secara langsung atau dalam hati—dari seorang wanita workaholic berstatus lajang.

Well, bekerja keras itu bagus. Namun bekerja keras berlebihan atau “gila kerja” hanya akan membuat kita tertekan dan tidak bahagia. Pekerjaan yang semula dibanggakan pun lambat laun memenjarakan kita dari kehidupan. Jangankan urusan menikah dan berkeluarga, hal sederhana seperti bangun pagi dengan senyuman saja bisa jadi tidak lagi dirasakan. Duh!

Sebelum terjebak di dalamnya, solusi sederhana dari Quick Sprout berikut bisa menjadi rem agar workaholic tetap harmonis dengan kehidupan.

1. Buat minuman kopi (atau teh) sendiri

Cara ini membuat kita merasakan kepuasan melayani diri sendiri dengan cara terbaik. Cara ini juga akan membuat kita bangun tidur lebih awal untuk merasakan nikmatnya aroma kopi atau teh yang menenangkan. Alih-alih bergegas pergi ke kantor agar bisa mampir dulu ke coffee shop dan kehilangan banyak uang hanya untuk segelas kopi.

2. Makan siang bersama teman

Jika gaya makan siang Anda selama ini adalah membawa bekal praktis agar bisa disantap sambil melakukan pekerjaan, tolong, jangan lakukan lagi. Keluar untuk makan siang bersama teman-teman tidak akan menghabiskan sampai satu jam waktu Anda. Namun manfaatnya lebih dari itu. Selain untuk bersosialisasi, siapa tahu, bisa sekalian melihat-lihat calon pasangan masa depan?

3. Mencoba restoran baru

Bagi Anda workaholic pemain tunggal atau tidak bekerja di perkantoran dengan jam kerja rutin, waktu makan siang atau malam bisa dilakukan di tengah-tengah kesibukan. Cobalah mengunjungi restoran yang menarik–bukan restoran cepat saji!–baik menu maupun lingkungannya. Menghadapi sesuatu yang misterius atau tidak terlalu Anda kenal baik bisa membuat hidup lebih penuh sensasi dan gairah.

4. Sempatkan berjalan-jalan (benar-benar jalan kaki) seorang diri

Ketika tekanan pekerjaan begitu terasa, cobalah untuk benar-benar meninggalkannya sejenak. Matikan ponsel, berjalan-jalanlah berkeliling seorang diri. Menyusuri trotoar atau duduk-duduk sejenak di taman kota sambil melihat-lihat kehidupan orang-orang di sekitar bisa membuat Anda tersadar, bahwa pekerjaan Anda bukanlah segala-galanya dalam hidup ini.

5. Gunakan imajinasi Anda

Tentu bukan imajinasi yang digunakan untuk pekerjaan. Sebagai workaholic pasti Anda sangat sering menggunakannya. Tapi, gunakan imajinasi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan atau mungkin mengingatkan pada masa kanak-kanak Anda. Lakukanlah sesuatu yang bisa membuat Anda tertawa, apapun itu.

6. Tenggelamkan diri pada sebuah bacaan yang asyik

Satu hal yang pasti, jangan membaca buku yang berhubungan dengan pekerjaan. Cobalah membaca fiksi yang isinya kacangan atau hanya untuk bersenang-senang dan bisa dihabiskan seketika -- bukan buku yang dibaca disela-sela pekerjaan.

7. Menyingkirkan satu hal setiap hari

Ini bisa berarti benar-benar menyingkirkan benda atau juga tanggungjawab berlebih dari pundak Anda. Jika sudah tega menyingkirkan, Anda akan melihat betapa ringannya hidup yang sedang dijalani, sehingga ada waktu lebih untuk memikirkan yang lain, termasuk niat menikah, he he he.

8. Ciptakan sesuatu

Menciptakan sesuatu berarti ada proses di dalamnya yang harus dijalani. Satu hal yang penting, ciptakan sesuatu yang Anda sukai. Tidak harus yang selesai seketika, tapi ciptakan sesuatu yang bisa Anda kerjakan sebagai fokus di luar pekerjaan.

9. Ekspresikan rasa syukur

Bisa bersyukur atau berterima kasih berarti menghargai apapun yang Anda lakukan dan apapun yang ada di sekitar Anda. Ini juga sebuah sikap yang berhubungan dengan keindahan, cinta, dan kegembiraan. Hal apa lagi yang lebih membahagiakan hidup dari itu semua?

10. Lakukan meditasi setiap hari

Eh, jangan langsung membayangkan meditasi yang harus dilakukan adalah meditasi di kelas Yoga atau sejenisnya yang akan cukup menyita waktu. Sama sekali tidak. Ini hanya meditasi yang cukup dilakukan 10 menit saja setiap hari, tapi efeknya adalah cara pandang Anda yang seketika berubah dalam melihat kehidupan. Lakukan meditasi dengan cara duduk bersila. Pejamkan mata, lalu mulai kosongkan pikiran.

AURA.CO.ID

Komentar