aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Melihat Perselingkuhan dalam Sudut Pandang Pria

Wednesday, 24 March 2021 12:30:23 WIB | Redaksi
Melihat Perselingkuhan dalam Sudut Pandang Pria
Rasanya tidak aneh jika Anda mendengar pria berselingkuh. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - RASANYA tidak aneh jika Anda mendengar pria berselingkuh. Bahkan, konon bisa dimaklumi. Padahal masalah ini terjadi pula pada diri wanita. Dengan berbagai tingkat tentunya. Sayang tak pernah ada catatan statistik yang bisa membuktikannya. Maklum masalah ini sangat sensitif, terutama pada pasangan yang sudah menikah.

Dari dulu sampai sekarang, ada saja yang dijadikan alasan bagi seseorang untuk berselingkuh. Meski pria dianggap "lazim" melakukan perselingkuhan, sebagian besar menganggap ini sebagai pengkhianatan yang tak pantas diberi maaf. Padahal masih ada yang melakukannya secara kompulsif alias terus menerus sambil mencoba menghindar dari berbagai tuduhan negatif.

Pasangan yang masih pacaran atau sudah menikah, menganggap perselingkuhan sebagai sesuatu yang tak layak dimaafkan. Jika salah satu  melakukan, sering kali hubungan ini bubar. Namun demikian masih ada sebagian pasangan yang mau memberikan kesempatan kedua dan tetap bersama. Tinggal bagaimana ia menata perasaannya,  menerima pasangan yang telah menyelewengkan kepercayaan yang diberikan. Bukan hal mudah, tapi tetap mungkin dilakukan.

Selama ini jika pria melakukan pengkhianatan, biasanya ia dituduh bertindak semena-mena. Seenaknya melakukan sesuatu terhadap kaum perempuan, bahkan dianggap hiperseks. Benarkah demikian? Salah satu majalah wanita pernah menerbitkan artikel menarik mengenai perselingkuhan. Menariknya, justru lantaran  seorang pria yang menulisnya. Si penulis tentu saja disamarkan namanya, diberi sebutan Jack. Pria yang mengaku pernah berselingkuh saat berpacaran dengan seseorang ini, mencoba mengungkapkan apa yang ada dalam benak hampir semua pria. Bagaimana terjadinya, mengapa bisa terjadi dan apa artinya. Anda tertarik mengetahuinya dari sudut pandang pria? Siapa tahu bisa jadi bekal untuk menghindari perselingkuhan yang dilakukan pasangan.

Perselingkuhan tidak terjadi secara spontan
Dalam hampir setiap kasus, perselingkuhan yang dilakukan pria tak ada yang terjadi secara spontan. Umumnya, ini hasil rangkaian kejadian yang sudah berjalan sekian bulan. Kita semua mengalami masalah dalam setiap hubungan. Bahkan pasangan menikah pun pasti mengalami pasang surut. Itu yang kemudian diistilahkan sebagai bumbu dari kehidupan perkawinan. Kalau tidak, kehidupan yang kita jalani akan terasa hambar.
Masalah yang timbul dalam hubungan asmara banyak macamnya. Dari merasa terasing sampai kehilangan gairah dengan orang yang dicintai. Nah, bagaimana cara kita menghadapinya, itu yang akan membedakan perjalanan berikutnya. Jika ada masalah, sebaiknya bicarakan dengan pasangan. Itu saran yang sering kita dengar. Padahal tidak semudah itu kan? Membicarakan dengan pasangan atau menemui terapis atau berbulan madu kesekian kali atau malah putus sama sekali, bisa jadi pilihan. Tapi pria malah lebih banyak yang melakukan pengkhianatan pada tahap ini. Memang kabar buruk, namun sangat mudah dilakukan sebagai "jalan keluar" dari suntuknya pikiran saat itu. 
Mungkin bagi sebagian pria, itu bisa jadi solusi sesaat. Masalahnya kalau sampai berlanjut dan perselingkuhan mencapai tahap intim, bisa gawat. 

Beberapa pertanda yang perlu diwaspadai
Ada sifat yang dimiliki sebagian besar pria yang berselingkuh. Mereka semua tak bisa dipercaya jauh sebelum mereka melakukan perselingkuhan. "Mungkin sebagai cara untuk sekedar punya waktu untuk diri sendiri, aku mulai berbohong pada Rachel, berbulan-bulan sebelum aku mengkhianatinya," aku Teddy. Kebohongan yang meski "sedikit" tapi kalau sudah jadi kebiasaan menahun, kacau akhirnya. "Masalah sepele. Kubilang padanya berhenti merokok, padahal tetap saja merokok kala Rachel tak ada. Nah, kemudian aku bertemu mantan pacar yang mengajak minum. Kubilang pada Rachel, aku lembur di kantor. Tadinya sekedar menghindari ketidakenakan. Rachel pencemburu.  Belakangan, bohong-bohong kecil seperti ini rasanya biasa saja, tanpa merasa bersalah," lanjut Teddy. 
Pelajaran yang bisa diambil, jangan sepelekan kebohongan-kebohongan yang diatasnamakan demi kebaikan bersama. Sekali Anda memergoki kebohongannya, tanyakan permasalahan apa yang terjadi sebenarnya. Bisa jadi, masalah yang ada justru lebih besar ketimbang yang Anda pikirkan. Daripada terlambat beraksi, lebih baik selamatkan hubungan Anda sesegera mungkin, di setiap kesempatan yang muncul.

Belum tentu "dia" lebih seksi ketimbang Anda
Kendati pria dikatakan sebagai makhluk yang sangat terpengaruh secara visual, jangan menyimpulkan sesuatu secara terburu-buru. Umpama pasangan Anda berselingkuh, belum tentu ia kepincut wanita lain yang lebih seksi dari Anda. Begitu ada barang baru dan lebih cantik, ia membuang yang lama. Tidak sesederhana itu. Karl mengaku wanita yang ditemuinya memang menarik. "Tapi sisi appeal-nya justru karena dia tak tahu kekuranganku. Dia tak tahu kalau aku tak mampu memperbaiki pipa yang bocor, atau betapa seringnya aku menunda pekerjaan. Dengan pacar sekarang, Janet, aku merasa selalu mengecewakan dia. Tapi dengannya berbeda," ungkap Karl.

Benar, bagi pria bukan semata masalah WIL. Karl mungkin mencintai Janet, meski kemudian mengaku berselingkuh. Dengan pasangan, ada saat-saat naik turun. Ketika romantisme menanjak, rasanya sangat indah. Ketika sibuk mengetik di ruang kerja, si dia akan datang membawakan minuman hangat sembari mengelus-elus punggung. Tapi ada juga saat-saat mengesalkan. Tatkala ia berkomentar pedas soal pekerjaan atau teman yang dianggapnya memberikan pengaruh tidak baik. Kalau sudah begini, komentar negatif sedikit saja bisa menyinggung perasaan. Bahkan, dianggap tidak menghargai pasangan.

Dengan kata lain, jika ego pria sudah diperlakukan tak semestinya, maka selebihnya mudah ditebak. Wanita lain yang meskipun tidak cantik, tapi menganggap pria ini lucu dan pintar bisa jadi malah dianggap menarik. Mulailah dicari-cari alasan bagaimana bisa bertemu si wanita tadi setiap hari. "Dia membuatku merasa nyaman," aku Karl. Selanjutnya bisa Anda tebak, kan?

Seks dengan WIL belum tentu lebih menyenangkan
Perselingkuhan yang dilakukan sampai terjadi aktivitas seksual, bukan berarti membuat pria merasa lebih puas. Mereka terkadang merasa bersalah dan tak bisa lagi menikmati. Kendati ada juga yang sebaliknya. Namun, pada sebagian orang, bukan aktivitas seksnya itu yang dicari, tapi apa yang dilakukan saat mengarah ke sana. Bagaimana pria merasa nyaman dan egonya tak diusik.

Tak semua orang setuju dengan apa yang dituliskan di sini. Tapi, setidaknya bisa membuka mata dan memahami pandangan lawan jenis mengenai perselingkuhan. Pendeknya, bagi pria, perselingkuhan tidak begitu saja terjadi. Diawali dengan perasaan tak nyaman yang pada akhirnya hanya ingin merasakan kenyamanan yang pernah dirasakan sebelumnya. Apa ini cuma alasan? Mungkin bagi sebagian orang, tapi mungkin juga tidak bagi orang lain. Jika mengamati ungkapan si Jake, maka bisa dipastikan perselingkuhan sebagai salah satu cara bagi pria untuk menyembuhkan diri. Sebagai satu solusi dari masalah yang dialami. Yang jelas, cara ini justru lebih buruk. Pendekatan yang keliru dalam usaha mencari solusi. Anda setuju kan? 

Komentar