aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kamu yang Selingkuh, Kenapa Kamu yang Misuh - misuh?

Thursday, 25 February 2021 22:30:23 WIB | Wida Kriswanti
Kamu yang Selingkuh, Kenapa Kamu yang Misuh - misuh?
Sebuah prestasi besar bagi seorang wanita yang dikhianati, namun ia memilih untuk tetap bungkam. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebuah prestasi besar bagi seorang wanita yang dikhianati, namun ia memilih untuk tetap bungkam. Sementara tak sedikit pelaku perselingkuhan yang malah berkoar-koar ini itu, bahkan tak jarang yang seolah menyalahkan pihak istri hingga ia bisa melakukan perbuatan tersebut.

Cara mereka menyalahkan pihak istri ketika ketahuan selingkuh macam-macam. Mulai dari alasan kurang perhatian, istri terlalu sibuk, hingga alasan yang cenderung mengada-ada, misalnya menyebut istrinya tidak menjaga berat badan.

Dampaknya bisa jadi serius bagi pihak korban atau istri. Paling umum terjadi adalah korban seketika dihinggapi perasaan bersalah, menyalahkan diri sendiri, kemudian tenggelam dalam efek-efek psikologis lainnya. Efek lainnya, korban perselingkuhan jadi terpancing emosinya.

Antara lain, menyerang suami dan selingkuhannya atau istilah populernya melabrak, ikut berkoar-koar hingga buka aib keluarga, posting-posting di media sosial yang cenderung merugikan diri sendiri; status penuh emosi, foto provokatif, dan lain-lain.

Suzy Brown, penulis di Mid Life Divorce Recovery, mengungkap tahap lanjutan dari kelicikan peselingkuh tipe ini. Terutama ketika pihak istri sudah mencapai titik akhir kesabarannya dan menggugat cerai.

Alih-alih mengakui kesalahan, mengakui perselingkuhan, mengaku bodoh, dan meminta maaf, pelaku perselingkuhan tipe ini justru akan mengeluarkan beberapa 'kalimat andalan'. Seperti "Kenapa kamu begitu sulit memaafkan aku?", "Kenapa tidak mau mencoba lagi, beri aku kesempatan?" Hingga kalimat "Bukan aku yang meninggalkanmu, kamu yang meninggalkan aku".

Padahal jauh sebelumnya, ketika pihak wanita masih bersabar, ia abai dan asyik dengan perselingkuhannya.

Lantas apa penyebab pelaku perselingkuhan bisa bertingkah seperti itu? Menurut Brown, pelaku perselingkuhan sedang memindahkan perasaan bersalahnya. Dia juga sedang berusaha membenarkan perbuatan salahnya. Selain itu dia juga seorang manipulatif dan seorang narsistik.

Maka ditegaskan Brown, apapun serangan psikologis yang dilakukan, tetaplah yakin bahwa perselingkuhan dan perceraian bukan kesalahan pihak wanita. Jangan percaya apapun yang keluar dari mulut seseorang yang pernah berkhianat. Selingkuh adalah jelas pilihan yang dilakukan secara sadar dan tak ada hubungan dengan bagaimana istrinya di rumah. Kemudian, terus lakukan yang harus dilakukan. Fokus pada proses perceraian tanpa banyak drama.

Komentar