aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Perceraian Tak Selalu Berdampak Buruk pada Anak Kok, Ini Alasannya

Wednesday, 24 February 2021 17:30:23 WIB | Wida Kriswanti
Perceraian Tak Selalu Berdampak Buruk pada Anak Kok, Ini Alasannya
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak pasangan yang sudah tidak harmonis memilih mempertahankan rumah tangga dengan alasan agar anak-anak tidak menjadi korban perceraian. Namun tahukah Anda, saat ini hal tersebut tidak lagi menjadi patokan ideal. Bahwa ada pilihan untuk tetap bercerai, namun anak-anak tetap baik-baik saja.

Bagaimanapun, bertahan dalam hubungan yang tak lagi sehat atau bahkan toksik jelas berbahaya. Dan tak hanya bagi Anda, tapi juga anak-anak. Ketika pasangan Anda selalu menunjukkan emosi negatifnya kepada Anda dan anak melihat serta merasakannya, kesehatan psikologinya jelas akan ikut terpengaruh. Anak-anak menjadi ikut emosi melihat orang tuanya selalu bertengkar dan tak bahagia. Tidak jarang, mereka justru berharap orang tuanya berpisah saja.

Jadi, bercerai menjadi pilihan yang lebih baik bila hubungan pernikahan benar-benar tak lagi kondusif. Anak-anak malah bisa belajar sesuatu dari situasi yang terjadi. Berikut ini beragam kebaikan yang bisa didapatkan anak dari perceraian orang tuanya, seperti dilansir dari Your Tango.

1. Anda mengajarkan anak tentang kesiapan diri menghadapi perubahan hidup yang mendadak

Datangnya perceraian tak bisa diprediksi. Namun yakinlah, bukan perceraian yang melukai anak-anak, namun pertengkaran atau konflik yang membuat mereka bersedih. Maka asalkan bisa menjaga hubungan tanpa konflik setelah berpisah, ini tidak akan membuat luka pada anak-anak.

2. Perceraian tidak akan membuat anak-anak menjauh

Hubungan yang tidak sehat dan penuh keteganganlah yang akan membuat anak lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-teman atau bahkan terjerumus pada hubungan berbahaya di luar rumah.

3. Perceraian membuat anak tak membenci orang tuanya

Terjebak bersama orang tua yang tak lagi harmonis berisiko membuat anak membenci kedua orang tuanya. Anak juga akan merasa lelah karena selalu harus mengambil posisi membela salah satu orang tuanya setiap terjadi konflik. Ujung-ujungnya, anak melepaskan kedua orang tuanya.

4. Anda mengajarkan anak untuk mengetahui hak mereka sebagai anak

Melulu berada dalam posisi menengahi konflik orang tua, mendengarkan curhatan orang tua, akan membuat anak memikul beban sebelum waktunya. Bercerai, akan membuat anak-anak justru tak kehilangan masa kanak-kanaknya.

5. Pengasuhan yang lebih leluasa untuk anak

Saat bercerai, seorang ibu biasanya lebih bersemangat mengurus anak-anaknya, bahkan bisa fokus. Ini jelas kebaikan bagi anak, yang mungkin saat berada di dalam pernikahan orang tuanya yang tak harmonis seringnya tidak terurus.

6. Anda menjadi contoh bagi anak untuk berani melepaskan sesuatu yang tak bisa lagi dimiliki

Berani melepaskan sesuatu yang disayangi, jelas sesuatu yang sangat berat bagi seseorang. Jika Anda mencontohkannya dengan baik, anak akan belajar langsung dari orang tuanya sendiri tentang arti menjadi ikhlas dan berlapang dada.

Komentar