aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri pada Seseorang

Sunday, 1 November 2020 04:00:23 WIB | aura.co.id
3 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri pada Seseorang
Bunuh diri bisa terjadi karena berbagai faktor yang jika muncul dalam diri seseorang, dapat meningkatkan risiko terhadap perilaku yang mengarah pada upaya bunuh diri. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Apakah penyebab seseorang ingin bunuh diri? Adakah tanda-tanda awal jika seseorang ingin bunuh diri? 

Bunuh diri bisa terjadi karena berbagai faktor yang jika muncul dalam diri seseorang, dapat meningkatkan risiko terhadap perilaku yang mengarah pada upaya bunuh diri.

Psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan mengatakatan bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Thomas Joiner, dkk. pada tahun 2005 dan 2009, ada tiga hal yang dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri pada seseorang, yaitu:

1. Thwarted Belongingness yaitu kehilangan rasa memiliki satu sama lain. Perasaan saling memiliki menjadi penting karena manusia pada dasarnya tak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi bahagia dan keluh kesah. “Jika seseorang tidak memiliki hubungan yang berarti dengan orang lain kemungkinan ia akan merasa tidak ada orang yang peduli atau sayang pada dirinya,” ungkap Anna.

2. Perceieved Burdensome yaitu persepsi bahwa seseorang tidak memberikan kontribusi yang berarti di area-area yang penting (pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial). “Ketika seseorang merasa gagal dan menjadi beban untuk orang lain, terkadang muncul perasaan bahwa dunia akan menjadi lebih baik bila dirinya tidak ada,” papar Anna.

3. Acquired Capabilty to Enact Suicide yaitu kemampuan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. “Inilah yang berbahaya. Kejadian bunuh diri tidak akan terjadi tanpa adanya kemampuan untuk menyakiti diri sendiri,” kata Anna.  

Komentar