aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Masalah Psikologis yang Menimpa Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Thursday, 22 October 2020 00:01:44 WIB | Adi Adrian
4 Masalah Psikologis yang Menimpa Masyarakat Selama Pandemi Covid-19
ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Tanah Air pada Maret 2020, jumlah infeksi terus melonjak. Setiap hari, jumlah kasus infeksi baru Covid-19 bertambah di kisaran 3.000 hingga 4.000 kasus. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengalami takut atau cemas berlebih. Jika dibiarkan, maka stres melanda dan memicu aneka risiko kesehatan. Psikolog sekaligus Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si, menerangkan bahwa masyarakat tengah menghadapi tekanan beragam akibat pandemi Covid-19.

Misalnya takut tertular virus, dampak ekonomi, kesulitan beradaptasi dengan gaya hidup new normal, dan kesepian. Laporan sementara menyebut 14.619 individu dilaporkan mengakses layanan yang diberikan psikolog klinis baik dewasa dan anak-anak. “Sebanyak 57,6 persen masyarakat Indonesia menjalani swaperiksa yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Mereka teridentifikasi memiliki gejala depresi akibat kondisi pandemi Covid-19. Ada empat masalah yang paling banyak ditemui,” kata Indria.

Keempat masalah itu yakni kesulitan belajar daring, kecemasan, stres, dan gangguan suasana hati antara lain depresi karena takut tertular. “Solusi sederhana buat menangani permasalahan mental yakni interaksi dengan orang terdekat yang dipercaya, untuk mengutarakan perasaan, sehingga beban yang ada dalam diri terasa lebih ringan,” ucapnya dalam peluncuran “Share The Love AIA Financial” secara virtual baru-baru ini. Head of Customer Office AIA, Kathryn Monika Parapak, menjelaskan Share The Love adalah perlindungan jiwa berkonsep buy one get one free. Nasabah dapat memberi satu perlindungan untuk orang tercinta gratis.

Produk ini memberi jaminan perlindungan terhadap risiko finansial akibat meninggal dunia dengan uang pertanggungan hingga 50 juta rupiah. Share The Love diharapkan mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Di tengah wabah kesadaran khalayak terhadap pentingnya asuransi mulai meningkat. “Karenanya dibutuhkan inovasi agar asuransi dapat menjangkau seluas-luasnya masyarakat Indonesia dan memberi pemahaman yang baik terhadap pentingnya manfaat proteksi,” ujar Kathryn 

Komentar