aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Pasangan Penuh Bujuk dan Rayu? Jangan-jangan Dia Sosiopat

Wednesday, 23 September 2020 05:00:23 WIB | aura.co.id
Pasangan Penuh Bujuk dan Rayu? Jangan-jangan Dia Sosiopat
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebelum merasa menjadi korban cinta, coba periksa dulu, jangan-jangan pasangan Anda narsisme (mencintai diri sendiri secara berlebihan) dan sosiopat (orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan di dalam masyarakat).

Psikolog dan komunitas online survivor hubungan narsis menggunakan istilah-istilah ini untuk memahami kondisi mereka.

Dilansir Business Insider, Donna Andersen, pendiri LoveFraud.com, bercerita tentang pernikahannya yang menyesakkan bersama seorang sosiopat. Andersen menulis sebuah frasa atau kata-kata yang bisa Anda gunakan untuk tahu apakah Anda sedang berhubungan dengan narsis atau sosiopat.

Berikut ini adalah ciri-ciri narsis dan sosiopat yang perlu Anda kenali sebelum lebih jauh melangkah ke jenjang yang lebih pasti.

1. Hujan cinta atau love bombing

Pertama kali bertemu dengan narsis, mereka menunjukkan afeksi yang kuat. Mereka bilang Anda satu-satunya atau penuh pujian. Anda dibelikan hadiah mahal atau liburan mewah.

Love bombing, adalah istilah yang digunakan para psikolog ketika seseorang membuat Anda merasa sangat penting di dunia (bahkan Anda terlihat sempurna di mata mereka).

Jika orang tersebut mengungkapkan cinta berlebihan (mengatakan Anda adalah soulmate) dan membuat Anda merasa tidak nyaman padahal baru kenal beberapa minggu (bahkan hari), Anda perlu curiga.

2. Si predator

Predator selalu mencari mangsa yang lebih lemah atau rapuh dari mereka untuk dieksploitasi. Para narsis menjebak ‘mangsa’ mereka dengan pesona, rayuan, dan mereka sangat pandai di bidang itu.

Menurut terapis Silvia Horvath dari Psych Central, si narsis senang mencari orang dengan masalah dan kepercayaan diri rendah. Beberapa narsis sudah tahu tentang Anda bahkan sebelum berkenalan denan Anda. Mereka stalking Anda di media sosial atau selalu ada di sekitar Anda bahkan sebelum Anda aja mereka.

3. Merasa kasihan

Dalam buku “The Sociopath Next Door”, Dr Martha Stout menuturkan bahwa tanda sosiopat yang paling lazim adalah mereka tidak takut sama sekali dan menunjukkan simpati.

“Jika Anda merasa kasihan terhadap seseorang, padahal orang itu menyakiti Anda dan orang lain. Lalu orang itu selalu mencari simpati Anda, maka Anda 100 persen sedang bersama seorang sosiopat,” tulis Martha.

Para narsis tahu bahwa Anda orang yang penuh empati. Mereka tahu dengan membeberkan informasi pribadi mereka, Anda merasa terikat dengan mereka. Mereka sedang membuat ilusi kedekatan yang nanti digunakan justru untuk menyakiti Anda.

4. Gaslighting

Menurut Dr Stephani Sarkis dalam Psychology Today, gaslighting adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan taktit manipulasi seseorang untuk menggunakan kekuasaannya terhadap orang lain. Anda merasa jadi korban atau boneka mereka.

Karena ada beberapa tahap gaslighting, mungkin Anda tidak terasa telah jadi korban. Mulai dari berbohong dan sering menghina Anda. Mereka terus menerus mengatakan hal yang menyakitkan padahal itu tidak benar dan membuat Anda mempertanyakan kebenarannya dan lama kelamaan percaya.

Narsisis atau sosiopat bahkan berani bilang ke keluarga atau teman Anda, bahwa Anda mulai gila. Padahal Anda dilarang bertemu keluarga dan membuat Anda berjarak dari orang-orang terdekat Anda.

Pernahkan Anda merasa kesepian padahal sedang menjalin hubungan? Atau merasa selalu salah bicara dan membuat pasangan Anda marah? Jika ya, mungkin Anda sedang terjebak dalam hubungan bersama seorang narsis atau sosiopat. Berikut ini adalah ciri-cirinya seperti dilansir BusinessInsider

5. Jekyll dan Hyde

Dalam semenit, pasangan Anda memuji kecantikan Anda. Beberapa menit kemudian, ia menghina Anda. Ini disebut perilaku Jekyll dan Hyde.

Therapist John G. Taylor M dari Psychology Today bilang sosiopat memang memesona dan terlihat mencintai Anda saat ada di depan banyak orang. Mereka ingin keluarga Anda yakin kalau Anda berada di tempat aman.

Begitu Anda sendirian, Anda seperti disalahkan, dihina, atau dilecehkan. Anda merasa sangat sedih. Tidak mengalami intimasi secara fisik maupun emosional, bahkan di rumah Anda sendiri.

6. Tidak menghargai Anda

Suatu saat Anda adalah orang yang paling berharga bagi mereka, tapi ketika mereka bosan, Anda seperti dibuang. Mereka mungkin mengambil cinta, uang, dan kepercayaan Anda tanpa perasaan bersalah untuk kepentingan mereka pribadi.

Ketika Anda sudah tidak memiliki apa-apa dan dianggap tidak berguna bagi mereka, Anda ditinggalkan. Karena pesonanya, sosiopat bisa meyakinkan teman dan keluarga Anda. Bahkan hingga tidak ada yang memercayai Anda.

7. Mereka tetap kembali

Meskipun Anda berusaha kabur dari sosiopat, mereka akan berusaha kembali. Jika Anda sudah tidak satu atap, hapus kontak dengan mereka baik media sosial dan dunia nyata.

Menurut Sarkis dalam Psychology Today, para narsis sebenarnya takut ditinggalkan. Bagi mereka pencitraan sangat penting. Mereka selalu butuh perhatian, baik atau buruk, dan saat Anda mendiamkan mereka, mereka merasa Anda sudah tidak bisa dikontrol lagi.

Mereka akan berusaha kembali ke pada Anda dan memohon maaf telah berbuat buruk dan berjanji tidak akan menyakiti Anda lagi.

Jika ini terjadi, Anda jangan percaya, karena menurut Andersen, mereka tidak akan menepati janjinya dan bahkan mungkin Anda akan mengalami hal lebih buruk lagi.

Komentar