aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jadi Istri Tak Perlu Terlalu Baik, Risikonya Kesehatan!

Tuesday, 22 September 2020 23:59:23 WIB | aura.co.id
Jadi Istri Tak Perlu Terlalu Baik, Risikonya Kesehatan!
Menjadi istri yang baik ternyata malah buruk untuk kesehatan kita. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Menjadi istri yang baik ternyata malah buruk untuk kesehatan kita.

Penelitian SUNY Binghamton menemukan fakta bahwa wanita yang bereaksi positif kepada suaminya sebagai dukungan emosional, ternyata lebih stress dibanding wanita yang tidak melakukannya.

“Katakanlah sang suami memberikan saran kepada istrinya ketika mengalami masalah. Namun, ternyata saran tersebut tidak membantu karena istri sebenarnya hanya ingin didengar,” papar Nicole Cameron, asisten psikolog di Binghamton University sekaligus peneliti studi ini.

Para peneliti bertanya kepada 65 pasangan yang sudah menikah untuk membicarakan penyebab stres mereka dalam hubungan. Sebelum dan sesudah diskusi, mereka diminta untuk mengisi kuesioner dan diuji air liurnya untuk melihat jumlah hormon kortisol (hormon penyebab stres) dalam tubuh.

Dari hasil tersebut, diketahui bahwa istri yang bereaksi negatif terhadap suaminya, memiliki kadar hormon kortisol yang lebih rendah dibanding wanita yang merespons pasangannya secara positif--padahal bisa jadi di dalam hati tidak mau melakukannya. Studi ini juga menemukan fakta bahwa level kortisol hanya berubah pada wanita--dan bukan pria--tidak peduli apa pun tingkah lakunya.

Komentar