aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

4 Langkah Mentransformasi Zona Pertemanan Menjadi Percintaan

Saturday, 15 August 2020 08:00:24 WIB | Vallesca Souisa
4 Langkah Mentransformasi Zona Pertemanan Menjadi Percintaan
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagian orang memercayai, bahwa hubungan yang langgeng, dimulai  dari sebuah pertemanan. Menurut penelitian yang dilakukan Ashley Papa, penulis buku Vixen Investigation: The Mayoral Affairs, pada 2017, 40% dari 2.000 responden, berusia 18-34 tahun,  menyatakan kalau hubungan romantis mereka dengan pasangan, mulanya berawal dari pertemanan yang platonik.
Langkah yang diambil untuk mengubah teman atau sahabat menjadi pacar, memang agak berisiko, dan terkadang harus melepas gengsi. Apakah Anda berada dalam situasi ini dan bingung bagaimana membuatnya menjadi kekasih Anda? “Jika Anda dan teman Anda memang memiliki koneksi atau ikatan yang kuat, nyaman, saling menghargai satu sama lain, ya, mengapa tidak mengambil keberanian untuk melangkah ke zona romantis,” bilang pakar hubungan dari New York, AS, Andrea Syrtash.
Masalahnya, mengungkapkan bahwa Anda mungkin mulai menyukainya lebih dari sekadar teman dan menginginkan hubungan yang lebih, bikin galau. Ada rasa ketakutan, kalau dia tidak memiliki keinginan dan perasaan yang sama, maka Anda akan kehilangan teman terbaik yang penah Anda miliki. Andrea mengatakan, jangat takut. “Mengambil risiko adalah bagian dari perjalanan cinta. Setiap langkah yang diambil, pasti punya risiko, yang mungkin setimpal,” kata Andrea. Ini beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Menyiapkan hati
Sebelum melancarkan beragam langkah, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah hati Anda. Ini sulit, apalagi untuk wanita. Anda harus memaksa diri untuk realistis dan tidak baper. “Sadari di awal, bahwa akan ada beberapa macam reaksi. Jika dia perlahan menjauh, Setelah Anda mencoba melancarkan sinyal atau bicara, artinya, dia mungkin merasa nyaman dengan Anda, tapi tidak berpikir Anda orang yang diinginkan menjadi pasangan. Atau dia mungkin lagi bingung juga,” bilang terapis pernikahan dan keluarga dari AS, Dr. Karen Ruskin. Saat ini terjadi, jangan ngambek, lalu marah padanya. Belajar tmenerima kenyataan dengan lapang dada dan tetap komunikasi. Kalau tidak kuat, minta waktu untuk menyendiri dulu, namun kembalilah berkomunikasi. Kita tidak tahu, siapa tahu masih ada peluang di masa mendatang.

Mulailah tampil beda dan menggoda

Saking nyamannya, terkadang kita tidak memperhatikan penampilan setiap kali bertemu sahabat atau teman pria kita. Pria adalah makhluk yang sangat visual. Mau nyaman seperti apapun, kalau Anda tidak terlihat menarik, maka dia tidak akan tertarik secara seksual pada Anda. Pakailah rok, busana dengan warna-warna yang manis. Bukan jins dan kaos. Tak hanya sampai di situ, mulailah bersikap sedikit menggoda, lebih feminin. “Bukan berarti centil, ya. Tertawalah lebih banyak di hadapannya, memainkan rambut, menyentuh lengannya, sesekali menyentuh bagian leher Anda saat berbincang, buatkan dia kue, pikatlah dia,” urai Andrea.

Mengubah rutinitas

Ciptakan suasana romantis  sendiri antara Anda dan dia, dengan mengubah rutinitas atau aktivitas Anda bersamanya. Kalau biasanya Anda dan dia bertemu saat jogging bareng, atau menghabiskan waktu sekadar nongkrong, kini dengan tampilan yang berbeda, coba ajak dia ke bioskop di malam minggu dan makan malam. Sekalian mengetes, apakah dia mengiyakan ajakan malam minggu bersama Anda atau memilih bersama wanita lain, yang mungkin sedang dia dekati. “Dari pada memendam rasa, yang mana itu menyakitkan. Lebih baik mengajaknya keluar secara spesial. Coba sesekali ajak dia berlibur bersama. Waktu berdua bersamanya akan lebih panjang, di sini Anda bisa membuatnya melihat sisi lain dari diri Anda,” ucap Andrea.

Memberanikan diri bertanya

Setelah melakukan langkah-langkah di atas tadi, dan dia mengiyakan setiap ajakan Anda. Merespon gaya Anda menggoda dengan menyenangkan, cobalah beranikan diri untuk meminta kejelasan, apakah memang hubungan ini hanya sebatas pertemanan? Apakah kemungkinan beranjak lebih jauh? Terapis pernikahan dan keluarga, dari Las Vegas, AS, Deidre Jenkins, mengatakan bahwa akan lebih mudah untuk membuka komunikasi dengannya tentang kemungkinan ini dan membiarkannya menjawab dengan jujur. Memang dibutuhkan keberanian dan hati yang lapang.

“Dalam setiap jenis hubungan, komunikasi sangatlah penting. Karena komunikasi, membuat kita jadi mengetahui, ke mana sebuah hubungan akan berujung. Hanya duduk diam dan menanti sesuatu terjadi, malah lebih berat. Jadi, tak ada salahnya bertanya, dengan catatan, Anda siap dan menerima segala jawabannya,” ungkap Deidre.

Komentar