aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

10 Kalimat yang Bisa Bikin Hubungan Terancam Hancur

Wednesday, 29 July 2020 02:00:23 WIB | Yuriantin
10 Kalimat yang Bisa Bikin Hubungan Terancam Hancur
Berhati-hatilah dalam melontarkan setiap ucapan. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mulutmu adalah harimaumu. Maka berhati-hatilah dalam melontarkan setiap ucapan, termasuk kepada pasangan. Karena tentunya Anda tidak ingin melukai perasaan orang yang paling dicintai.

Yuk, sama-sama introspeksi diri apakah sepuluh ungkapan berikut pernah Anda lontarkan kepada pasangan seperti dilansir laman Familyshare:

"Aku harap kamu seperti dia"

Jangan pernah sekalipun membandingkan pasangan dengan mantan-mantan Anda sebelumnya. Karena hanya akan membunuh rasa percaya diri pasangan dan membuat hubungan semakin renggang.

"Kamu selalu saja begitu (melakukan kebiasaan tertentu)"

Kata "selalu" akan membuat pasangan menjadi defensif dan memicu pertengkaran baru.

"Kamu tidak mengerti aku"

Mungkin awalnya pasangan tidak mengerti, namun jika Anda sedikit lebih sabar dan lebih terbuka, pasangan Anda akan lebih mudah melihat suatu masalah dari sudut pandang Anda.

"Tinggalkan aku sendiri"

Cukup beri jeda selama 15 menit untuk saling menenangkan diri dan kembali sama-sama mencari solusi setelah pikiran dan emosi lebih stabil.

"Lupakan saja"
 

Hargai perasaan pasangan dan gali lebih dalam apa yang mereka rasakan. Cara ini akan membuat pasangan merasa dicintai.

"Mungkin sebaiknya kita bercerai"

Hindari kebiasaan mengancam pasangan dengan kata cerai. Meski tidak bersungguh-sungguh, bukan tidak mungkin pasangan menganggap ancaman Anda sebagai solusi satu-satunya.

"Yang kamu lakukan itu sangat menjengkelkan"

Tidak ada manusia yang sempurna. Pastinya ada kelakukan atau kebiasaan pasangan yang tidak Anda sukai. Ingatkan pasangan dengan kata-kata yang positif dan bukan dengan nada yang tinggi.

"Kamu tidak pernah membuat aku merasa puas"

Urusan sensitif (menyangkut seks) seperti ini sebaiknya dibahas hanya bersama pasangan atau para ahli (terapis pernikahan) dan menuntut kedua belah pihak untuk saling jujur. Intinya, jangan menggunakan kata-kata yang membuat pasangan merasa malu.

"Aku tidak akan melakukannya seperti itu"

Diskusikan sudut pandang Anda dengan pasangan. Cobalah untuk memahami sudut pandang pasangan, demikian juga sebaliknya.

"Aku tidak tahu kenapa bisa menikah denganmu"

Ungkapan ini biasanya hanya akan menjadi penyesalan di kemudian hari. Mungkin pasangan Anda memaafkan kata-kata Anda tapi belum tentu ia akan melupakannya.

Komentar