aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Hal yang Membuat Seseorang Menjadi Pemarah

Thursday, 16 July 2020 03:00:23 WIB | aura.co.id
3 Hal yang Membuat Seseorang Menjadi Pemarah
Pemarah berbeda artinya dengan marah. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Jadi pemarah, berarti (merasa) dulunya tidak pemarah. Pemarah berbeda artinya dengan marah. Marah adalah perilaku yang tidak mendasar (disebabkan oleh sesuatu). Sedangkan pemarah itu perilaku yang cenderung mendasar, sehingga sering dikategorikan sebagai sifat. Pemarah, biasanya sering marah-marah, yang belakangan akan menimbulkan penyesalan.

“Karena pemarah, marah-marah untuk melampiaskan emosi terpendam yang ada di dalam dirinya (katarsis),” jelas Anggia Chrisanti, psikolog anak dan keluarga di Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

“Nah, jika Anda pernah marah kepada seseorang atau sesuatu, lalu merasa menyesal setelahnya, ketahuilah, saat itu Anda sedang marah-marah. Dan jika Anda menyadari bahwa akhir-akhir ini sering merasa demikian, artinya Anda telah menjadi orang pemarah,” sambungnya.

Menjadi pemarah, tidak terjadi dalam satu hari satu malam. Ini membutuhkan waktu dan proses. Cepat atau lambatnya tergantung pada beberapa hal. Tapi, “kenapa saya jadi pemarah?”, Anggia memaparkan beberapa penyebabnya, sebagai berikut:

- Pemarah bukan penyakit turunan. Tidak ada gen pemarah. Tapi, sangat mungkin seseorang yang pemarah itu adalah anak dari orangtua (dua-duanya atau salah satunya) yang pemarah. Karena perilaku adalah hasil belajar. Maka, jika terbiasa melihat orang tua yang suka marah-marah atau pemarah, anak cenderung mengikutinya.

- Seseorang menjadi pemarah karena ketidakmampuannya mengatasi dan menyelesaikan masalah. Tidak bisa, karena cenderung tidak biasa dan tidak dibiasakan. Sehingga masalah sering diabaikan dan tidak diselesaikan. Maka, masalah yang tidak ada menjadi ada, yang kecil menjadi besar. Karena itu, jangankan ada masalah yang besar atau cukup besar, dengan masalah kecil pun, orang pemarah bisa marah-marah.

- Jika Anda merasa bukan golongan pemarah tipe pertama maupun kedua, mungkin Anda adalah golongan pemarah ketiga. Yaitu mereka yang secara sadar mengetahui perubahan dalam diri, menjadi orang yang emosional, mudah marah (marah-marah), kemudian terjebak dalam sisi "si pemarah".

Ini hal yang membuat Anda tidak nyaman dan ini jelas situasi yang tidak mengenakkan. Tidak hanya membuat Anda lebih mudah bersitegang dengan banyak hal dan banyak orang di lingkungan (suami, istri, anak, orangtua, saudara, teman, dan lain-lain). Akan tetapi, kenyataan Anda menjadi pemarah (apalagi dulunya bukan pemarah) tentu memberikan beban tersendiri.

Anda sadar, bahwa baru-baru ini (beberapa tahun atau beberapa bulan belakangan) memiliki emosi negatif yang cenderung dipendam, atau terpendam dan tak terselesaikan. Baik disengaja maupun tidak disengaja. Lalu permasalahan dasarnya telanjur membesar, telanjur sulit dicari ujung pangkalnya, telanjur sulit diselesaikan. Sementara masalah baru muncul setiap harinya. Yang kemudian terjadi adalah, Anda terpaksa jadi pemarah yang begitu mudah marah, kepada hal besar, kecil, bahkan kepada hal yang tidak ada.

Komentar