aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

6 Kiat Berumah Tangga yang Sering Didengar Namun Sebenarnya Tak Perlu Dijalankan

Tuesday, 30 June 2020 09:00:23 WIB | aura.co.id
6 Kiat Berumah Tangga yang Sering Didengar Namun Sebenarnya Tak Perlu Dijalankan
Ilustrasi. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam menjalani hubungan rumah tangga, semua orang, mulai dari orang terdekat hingga orang yang baru Anda kenal kerap kali memberikan saran kepada Anda dalam menjalani hubungan rumah tangga.

Beberapa di antaranya mungkin membawa manfaat dalam penerapannya, namun beberapa lainnya justru patut dipertanyakan, seperti beberapa saran berikut:

1. Jangan tidur sebelum masalah selesai  

Jika Anda atau pasangan kelelahan atau sedang dalam keadaan emosi, sebaiknya diskusikan dan selesaikan masalah keesokan harinya. Karena ketika kurang tidur, seseorang akan cenderung lebih emosi dan lambat dalam merespon. "Membahas topik yang rumit sebelum tidur biasanya tidak produktif dan kerap kali berakhir menjadi konflik dan timbul kekecewaan," ujar terapis Elizabeth Earnshaw.

2. Harus jujur 100% kepada pasangan

Psikoterapis Bonnie Ray Kennan mengatakan jujur 100% kepada pasangan bisa menimbulkan masalah.  "Terapi mengajarkan pasangan untuk saling mengungkapkan perasaan masing-masing namun terkadang pasangan terlalu terbuka (overshare)." Misalnya, dalam hal personal seperti jika Anda kurang menyukai adik ipar Anda, cukup katakan hal ini kepada pasangan: "Adikmu punya kebiasaan mampir ke rumah kita. Aku harap lain kali, dia mengabari kita terlebih dahulu," seperti dilansir dari laman The Huffington Post.

3. Yang namanya hubungan pastilah sulit dijalani

Memang dibutuhkan perjuangan dalam sebuah hubungan, namun alasan tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan dalam sebuah pernikahan. "Saya melihat saran ini membuat orang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau hubungan yang tidak membuat mereka bahagia. Memang merupakan hal yang normal jika muncul pertengkaran dalam sebuah hubungan, namun ikatan Anda dan pasangan seharusnya semakin kuat seiring berjalannya waktu," ujar psikolog Marie Land.

4. Sekali tidak setia, selamanya pasti tidak akan setia

Ungkapan ini membuat kita meremehkan kemampuan seseorang untuk berubah. Terapis Elizabeth Earnshaw mengatakan: "Perselingkuhan biasanya merupakan indikasi adanya masalah serius dalam sebuah hubungan, bukanlah suatu perilaku yang berulang atau kekurangan seseorang."

5. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai Anda dibanding menikah dengan orang yang lebih Anda cintai

Pemikiran ini didasari oleh perasaan insecure dalam suatu hubungan. "Saran ini muncul untuk menunjukkan siapa yang memegang kendali dalam sebuah hubungan. Tujuannya agar hubungan tersebut lebih tidak rentan terhadap pengkhianatan. Sayangnya, semua cinta dan hubungan itu rentan dan tidak ada jaminan sebuah hubungan pasti berjalan mulus," kata psikolog Marie Land.

6. Utamakan anak dibanding pernikahan Anda

Menurut terapis Elizabeth Earnshaw menyarankan seseorang untuk mengutamakan anak dibanding hubungan pernikahan merupakan hal yang salah. "Ketika orang tua terlalu fokus dengan anak, mereka kehilangan ikatan yang lain. Ingatlah Anda menikahi pasangan Anda terlebih dahulu, setelahnya baru hadir anak-anak Anda. Untuk itu, selalu dampingi pasangan, luangkan waktu untuk berkencan, dan konsultasikan bersama segala hal yang menyangkut anak."

Komentar