aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Menyiasati Masalah Usia saat akan Mencari Pekerjaan

Thursday, 18 June 2020 09:00:24 WIB | aura.co.id
Menyiasati Masalah Usia saat akan Mencari Pekerjaan
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyaknya angka pencari kerja saat ini membuat pemilik usaha menyiasati perekrutan karyawan dengan mencantumkan batas usia sebagai syarat.

Di satu sisi, aturan tersebut menguntungkan bagi para calon pekerja muda. Namun di sisi lain, menjadi kabar duka bagi para calon pekerja yang telah memasuki usia ‘matang’.

Diskriminasi usia dalam mencari pekerjaan meski tidaklah adil tetapi itu kenyataan yang harus dihadapi. Menurut pelatih karier sekaligus pendiri situs karier Dear People Ops, Lydia D. Bowers, banyak pertimbangan yang diberlakukan perusahaan ketika merekrut karyawan yang sudah berumur.

Pertama, perekrut akan memerhatikan seberapa berpengalaman sang pelamar. Artinya usia pelamar akan diketahui ketika pelamar menyebut seberapa lama ia bekerja.

“Kandidat yang sangat memenuhi kualifikasi biasanya akan meminta gaji yang lebih tinggi dibanding yang ditawarkan perusahaan. Inilah yang perusahaan khawatirkan,” ujar Lydia.

Selain masalah gaji, pekerja di atas usia 35 tahun dianggap akan kesulitan beradaptasi atau kurang bisa bergaul dengan lingkungan kerja yang baru sehingga bisa membuat suasana kerja menjadi canggung.

“Ada pula anggapan orang yang berusia matang memiliki teknofobia (ketakutan akan teknologi). Mengingat lingkungan pekerjaan saat ini menuntut para pekerja untuk melek teknologi maka usia dianggap mencerminkan kemampuan seseorang dalam menguasai teknologi. Semakin tua usianya, dirinya semakin gagap teknologi,” tambah Lydia.

Komentar