aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Dear Ladies, Berhentilah Mencemburui Kehidupan Asmara Orang Lain

Thursday, 21 May 2020 22:00:23 WIB | aura.co.id
Dear Ladies, Berhentilah Mencemburui Kehidupan Asmara Orang Lain
Apakah akhir-akhir ini Anda suka merasa iri melihat kemesraan pasangan lain di media sosial? (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Apakah akhir-akhir ini Anda suka merasa iri melihat kemesraan pasangan lain di media sosial? Kehidupan pasangan lain terlihat lebih sempurna, hingga tak jarang Anda berusaha mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan bersama, bahkan meniru lika-liku kehidupan asmara mereka. Baikkah berlaku demikian?

Bendera Merah

Iri adalah perasaan yang umum dirasakan oleh manusia, apalagi di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini. Media sosial misalnya, dapat meningkatkan rasa iri seseorang terhadap orang lain termasuk dalam hal kehidupan percintaan. Hal ini dibenarkan oleh terapis pernikahan dan keluarga, sekaligus penulis buku “The New Sex Bible for Women”, Dr. Amie Harwick, Ph.d, MFT.

“Mudahnya akses yang kita miliki melalui media sosial dan aplikasi kencan saat ini secara tidak langsung meningkatkan rasa cemburu terhadap kehidupan orang lain,” terangnya. Ini tidak mengherankan, karena hampir setiap orang memang cenderung memperlihatkan hal-hal serba positif dan sempurna di akun media sosial agar mengesankan para pengikutnya.

beberapa pengikut dan mungkin Anda salah satunya, menjadikan kesempurnaan yang terlihat di media sosial sebagai acuan hidup. Padahal enggak harus demikian juga. Terapis pernikahan dan keluarga sekaligus pendiri klinik terapis keluarga, Building Healthy Relationships, AS, Anita Astley, M.ED, LMFT., mengatakan, Jika Anda terus membandingkan kehidupan asmara Anda dengan kehidupan percintaan pasangan lain, perlahan-lahan hubungan asmara Anda bisa mengalami keretakkan.

“Sebenarnya jika pasangan merasa bahagia dengan kebersamaan yang mereka miliki, seharusnya tidak ada lagi perasaan iri pada pasangan lain. Ketika Anda mulai melihat dan membanding kehidupan asmara Anda dengan kehidupan pasangan lain, artinya Anda harus memasang bendera merah untuk hubungan internal Anda. Ini mengindikasikan adanya keinginan atau kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi dalam hubungan yang tengah Anda jalin dengan si Dia,” ujar Anita.

Bersyukur

Dr. Amie mengingatkan, bahwa keindahan yang terpampang di media sosial belum tentu seindah kelihatannya, lo. “Anda hanya melihat kebahagiaan pasangan lain lewat beberapa unggahan foto atau video. Sadarilah bahwa apa yang kita anggap benar atau ideal di media sosial, belum tentu seideal kenyataannya,” terang Dr. Amie.

Anita juga menambahkan, jangan berusaha menyamakan kehidupan asmara Anda dengan orang lain, karena setiap hubungan punya kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda-beda. “Dalam sebuah hubungan, ketika kebutuhan Anda dan pasangan tidak menemui titik temu, biasanya Anda melampiaskannya pada orang lain. Anda mulai mencemburui hubungan asmara orang lain yang terlihat lebih bahagia dan beruntung. Tapi ketika Anda dan pasangan mampu melengkapi kebutuhan kalian, maka Anda tidak akan mempedulikan kebahagiaan pasangan lain,” papar Anita.

Daripada sibuk mencemburui hubungan asmara pasangan lain, lebih baik fokus mencari tahu apa yang salah dengan hubungan Anda dan pasangan. Apa yang membuat kalian merasa kurang puas satu sama lain? Lalu saling instropeksi diri dan mencoba mencari solusi terbaik bersama.

Kemudian usahakanlah mengubah pola pikir Anda. Dalam hal ini mengubah rasa iri menjadi rasa bersyukur. Cobalah mengingat apa yang telah kalian miliki bersama. Bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki dan mengubah cara pandang dalam melihat sesuatu.

“Hanya karena hubungan seseorang tampak sempurna, bukan berarti Anda juga harus merasa sempurna dengan cara yang sama. Setiap hubungan punya waktunya masing-masing untuk berkembang. Jangan hanya karena hubungan asmara teman lebih maju ketimbang Anda, kemudian Anda jadi merasa kalah. Setiap orang punya zona waktu berbeda untuk merasakan kesempurnaan, begitu pula Anda. Ini bukan kompetisi atau perlombaan,” tutup Dr. Amie. J Agestia

Komentar