aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Wanita Ambisius Cenderung Gengges, Benarkah?

Sunday, 22 March 2020 04:00:23 WIB | aura.co.id
Wanita Ambisius Cenderung Gengges, Benarkah?
Wanita ambisius kerap dianggap gengges. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - KETIKA pria berkata "saya ambisius", semua orang menaruh respek dan bahkan kagum. Ketika wanita berkata "saya ambisius", kebanyakan orang akan berjengit ngeri.

Tanpa bermaksud diskriminatif, tapi, sebagai sesama wanita, kami bisa membayangkan bakat alami kami dalam hal manajemen (mengurus ini-itu atau mengontrol) dan cinta kesempurnaan (perfeksionis-idealis). Apabila diberi tambahan ambisius, maka wanita akan sangat "super". 

Karakter yang sedang (dijadikan) tren

Sesuatu yang menarik pernah dibahas Forbes beberapa tahun lalu: bahwa wanita-wanita ambisius yang menyeramkan atau “gengges” (mengganggu), belakangan justru menjadi tren dalam karakter fiksi. Menurut kritikus televisi New Yorker, Emily Nussbaum, karakter wanita-wanita ambisius yang menghalalkan segala cara--tidak mengapa dibenci atau dimusuhi -- dalam hal mencapai tujuannya, sekarang mendapat porsi besar di tayangan drama dan komedi.

Nussbaum menyebut Leslie Knope dalam Parks and Recreation, Amy Jellicoe dalam Enlightened, dan Carrie Mathison dalam Homeland sebagai simbol generasi baru protagonis wanita yang digambarkan mantap mengejar nafsu (alih-alih mimpi atau impian) mereka, tanpa peduli jika dalam prosesnya mengganggu orang lain.

"Jellicoe, Mathison, dan 'teman-teman' sebuah terobosan, karena mereka memberontak dan menginspirasi," kata Nussbaum.

Lantas apakah kita mentah-mentah ikut terinspirasi atau lega dengan "pembenaran", bahwa boleh-boleh saja menjadi wanita ambisius yang mengganggu? Hei, penggambaran di tayangan televisi, senyata apa pun, tetaplah fiksi yang semata bertujuan menghibur. Kehidupan nyata kita tentu lebih penting. Karakter wanita ambisius yang gengges di komedi televisi terlihat lucu untuk ditertawakan. Dalam kehidupan nyata, ditertawakan tentu menyakitkan. Sungguh!

Ambisius Tidak Mesti "gengges" alias ganggu (bisa normal dan menyenangkan, kok!)
Agar wanita ambisius tidak kebablasan dan tetap dinilai positif oleh rekan kerja (atasan, bawahan, dan yang setara), 10 tip dari Mrs. Moneypenny alias Heather McGregor bisa menjadi panduan.

1. Anda tidak harus "mendapatkan segalanya"
>> Tidak ada gunanya membuang banyak waktu dan energi untuk mendapatkan segalanya, sementara kita tahu pasti tidak membutuhkannya. Alih-alih mencoba eksis di berbagai bidang pekerjaan, fokuslah pada tangga karier Anda sendiri.

2. Hidup berdasarkan nilai yang Anda yakini 
>> Perjelas posisi Anda sekarang dalam dunia kerja dan kembangkan. Yakinlah pada kemampuan yang Anda miliki dan bahwa itu berarti untuk pekerjaan yang Anda lakukan. Ini akan membantu Anda fokus menjalankan karier.

3. Jadilah individu yang menarik 
>> Untuk mendapatkan kesuksesan karier, Anda harus jadi orang yang menarik. Agar bisa jadi orang yang menarik, Anda harus lebih dulu tertarik pada orang lain. Cobalah untuk mendatangi pertemuan bisnis atau networking event. Berinteraksilah dengan orang-orang dengan cara melempar pertanyaan atau bahasan diskusi favorit Anda, lalu lihat reaksi mereka.

4. Buatlah keputusan yang positif
>> Kesuksesan karier bergantung pada keputusan-keputusan yang Anda buat. Ketimbang membuat keputusan yang Anda yakin tidak mampu kerjakan, tidak mampu dapatkan, dan hal-hal lain yang terkait pada keterbatasan, akan lebih baik jika membuat keputusan yang sesuai dengan kapabilitas, minat, pengalaman, dan tujuan masa depan Anda.

5. Susun kembali prioritas 
>> Membuat prioritas tentang apa yang Anda kerjakan dan apa yang Anda targetkan, akan membuat langkah-langkah ke depan yang harus diambil lebih jelas dan spesifik. Lakukan terlebih dulu yang benar-benar penting, bukan yang Anda pikir penting.

6. Dukung almamater Anda
>> Memberi kesempatan bagi almamater untuk berkarier di bawah Anda tidak hanya membantu menaikkan kredibilitas sekolah Anda dulu, tapi juga membantu menaikkan kredibilitas Anda sebagai seorang profesional.

7. Cari tahu tentang orang lain
>> Untuk membangun hubungan profesional yang benar-benar bermanfaat, Anda harus terlebih dulu mencari tahu tentang kehidupan orang-orang yang ingin dihubungi. Dengan mengetahui motivasi mereka, maka akan ketahuan bagaimana pandangan mereka terhadap pekerjaan (dunia profesional). Sedikit bicara, mendengarkan lebih banyak, kunci jitu untuk menemukan orang yang tepat.

8. Berhenti menggunakan umur sebagai alasan 
>> Tidak ada batasan usia untuk mau belajar atau mengajarkan (secara sukarela). Tidak ada kata terlalu tua untuk mendapatkan efek positif dari apa yang Anda lakukan, sekecil apa pun itu.

9. Tingkatkan kualitas
>> Seiring menjalankan karier, jangan ragu untuk menambah kualifikasi. Tidak hanya akan terlihat bagus di CV Anda, tapi juga bisa menambah rasa percaya diri dan membantu orang tahu harus mengarahkan Anda ke mana dalam pekerjaan.

10. Ingat, ini semua tentang bagaimana Anda membuat orang lain "merasa"
>> Presentasi kerja atau penampilan Anda tidak akan terlalu membuat orang lain "ribet", selama Anda tidak pernah, dengan sengaja atau pun tidak sengaja, membuat sakit hati atau melukai perasaan. Sekali saja itu terjadi, maka selamanya Anda akan diingat sebagai seseorang yang menyebalkan.

Komentar