aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

6 Gejala Ini Adalah Pertanda Depresi, Waspadalah!

Saturday, 29 February 2020 03:00:23 WIB | aura.co.id
6 Gejala Ini Adalah Pertanda Depresi, Waspadalah!
Terlalu banyak pikiran dan tekanan bisa menyebabkan seseorang terkena depresi. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Terlalu banyak pikiran dan tekanan bisa menyebabkan seseorang terkena depresi.

Sayangnya, tak sedikit orang yang terlambat menyadari ciri-ciri depresi yang tengah mereka alami, hingga akhirnya terlalu lambat untuk ditangani.

Apakah Anda tengah mengalami tahapan awal depresi? Simak beberapa gejala depresi berikut ini.

1. Merasa sedih terus-menerus
Dalam situs resmi Anxiety and Depression Association of America disebutkan, sering merasa sedih salah satu ciri utama depresi. Di beberapa kasus, perasaan sedih kerap disertai keinginan untuk bunuh diri. Mengalami perasaan gelisah dan rasa bersalah yang kerap menghantui pikiran juga menjadi ciri Anda tengah mengidap depresi.

2. Tidur tidak nyenyak
Kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur, sama-sama berpotensi sebagai gejala depresi, seperti dilansir di situs resmi Mayo Clinic. National Institute of Mental Health mencatat, orang-orang yang mengalami depresi kerap terbangun di malam hari dengan pikiran yang kacau. Ada pula yang kemudian dapat melanjutkan tidurnya, namun tidak merasa nyenyak.

3. Gairah seksual menurun
Hati-hati, depresi juga dapat mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan. Huffington Post mencatat, kehilangan ketertarikan terhadap kegiatan sehari-hari, termasuk juga kehilangan antusiasme terhadap hobi, pasangan, hingga seks.

4. Kehilangan energi
Orang-orang dengan depresi kerap merasa seolah mereka tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari. Tubuh terasa lemah dan kurang motivasi. Jangankan melakukan aktivitas berat, menonton televisi saja mereka sulit untuk fokus.

5. Perubahan nafsu makan
Depresi dapat berpengaruh terhadap rasa lapar yang dirasakan seseorang. Terkadang depresi membuat nafsu makan meningkat, terkadang pula semakin merosot. National Alliance on Mental Illness melansir, perubahan nafsu makan dapat menyebabkan penurunan berat badan, sehingga di banyak kasus kerap ditemukan pasien depresi dengan tubuh kurus kering karena merasa tidak enak makan.

6. Gangguan fisik
Psikosomatis adalah kondisi dimana seseorang merasa sakit di bagian tubuh yang berawal dari stres. Contoh kasus psikosomatis yang banyak terjadi ialah mendadak sakit perut saat akan mengerjakan soal ujian atau menjelang interview kerja. Situs resmi National Institute of Mental Health mencatat, kondisi psikosomatis pada pasien depresi seringkali berupa sakit perut, pusing kepala, hingga dada terasa sesak.

Komentar