aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bisa Dicoba, Begini Cara Efektif Move On dari Mantan Terindah

Thursday, 28 November 2019 18:30:23 WIB | Agestia Jatilarasati
Bisa Dicoba, Begini Cara Efektif Move On dari Mantan Terindah
Kadar patah hati yang dirasa setiap orang akan berbeda-beda. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap pasangan sebisa mungkin menghindari perpisahan. Namun karena satu dan lain hal, terkadang perpisahan tak terhindarkan. Rasa berat hati dan galau pasti mengiringi. Tetapi kita juga perlu menyadari kalau hidup harus berlanjut dengan atau tanpa dirinya. Bagaimana caranya move on?

Kadar patah hati yang dirasa setiap orang akan berbeda-beda. Tergantung penyebab putusnya hubungan Anda dan dia. Apakah hubungan Anda dengannya terpaksa diakhiri karena pengkhianatan, tak direstui orang tua, perbedaan karakter yang mencolok, atau kemungkinan konflik lainnya.

Secara umum, menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Positive Psychology, perlu waktu sekitar 11 minggu bagi seseorang untuk bangkit pascaperpisahan. Tetapi perpisahan dalam konteks pernikahan akan memakan waktu lebih lama. Bisa membutuhkan waktu selama 18 bulan untuk pulih dari sebuah perceraian.

Konselor hubungan dan terapi seks dari lembaga pelayanan hubungan, Relate di Inggris, Ammanda Major menekankan bahwa pemulihan diri pascaperpisahan membutuhkan proses dan waktu. “Setiap akhir dari sebuah hubungan pasti terdapat sebuah periode untuk berduka. Dalam periode tersebut, mereka yang patah hati dapat merefleksikan hubungan dan perilaku mereka selama ini,” ujar Ammanda. Nah, selain merefleksikan diri, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar luka hati lebih cepat sembuh. Apa saja itu?

Memanjakan Diri

Dalam sebuah hubungan, kita selalu bicara tentang dua orang. Tidak hanya “saya” tetapi “kita”. Ketika hubungan berakhir, Anda kembali sendiri. Artinya ini adalah kesempatan Anda untuk melakukan sesuatu demi diri Anda sendiri. Misalnya, menjalani hobi Anda, bersantai dengan keluarga dan teman atau bahkan pergi berlibur. “Jangan tergesa-gesa untuk mencari hubungan baru. Berikan waktu bagi diri Anda untuk beristirahat dan memanjakan diri,” saran Ammanda.

Hal senada juga diungkapkan oleh penulis buku Breaking Up Hard To Do, Sue Coleman. “Keluarlah dari kamar untuk bersenang-senang meski Anda belum siap. Setiap orang memiliki hari yang baik dan buruk tetapi perlu diketahui bahwa luka akan membaik seiring waktu. Jadi, pergilah bersenang-senang seperti berbelanja pakaian baru atau memotong rambut baru sebagai tanda bahwa Anda telah memulai kehidupan baru yang lebih baik,” saran Sue Coleman.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Adakan Pesta Jomlo

Tak jarang, orang yang patah hati merasa dirinya tidak layak untuk dicintai. Maka dari itu Ammanda menyarankan untuk bercerita, mengeluarkan unek-unek kepada teman dekat. “Bercerita dari hati ke hati dapat membantu Anda mendapat perspektif baru yang lebih positif,” sarannya.

Namun ada cara yang menyenangkan dari pada sekadar curhat biasa. Mengapa Anda tidak merayakan hari “kebebasan” Anda bersama teman-teman terdekat dengan mengadakan pesta jomlo? Kegilaan bersama teman dapat mengantar “kebebasan” Anda dengan cara menyenangkan dan pada akhirnya Anda merasa tidak sendirian karena ada teman yang siap mendukung.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Putuskan Kontak

Jika Anda ingin bangkit tanpa melihat ke belakang maka tindakan memutus semua kontak seperti memblokir media sosial mantan kekasih diperbolehkan. Ini juga termasuk soal membuang barang yang pernah diberikan mantan. Jika membuang barang dengan cara yang biasa tidak memuaskan hati Anda maka lakukanlah dengan cara yang tidak biasa seperti membakarnya bersama teman Anda, diiringi tarian bodoh misalnya. Ini akan meringankan perasaan Anda ketika merasa berat melepas kenangan yang tertinggal pada barang-barang peninggalan sang mantan.

“Jika Anda memiliki hal-hal yang perlu dikembalikan kepada mantan Anda, maka minta bantuan kepada teman Anda untuk mengembalikannya. Jika mantan Anda menolaknya, maka sebaiknya barang-barang tersebut diberikan kepada orang lain atau dibuang. Tidak apa-apa membuang barang tersebut jika hanya membuat hati Anda sakit karena terkenang masa lalu,” tutup Ammanda.

(ages)

Komentar