aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Perundungan Jadi Hal yang Paling Dikhawatirkan Kids Zaman Now, Ini Faktanya

Thursday, 7 November 2019 18:00:37 WIB | Rizki Adis Abeba
Perundungan Jadi Hal yang Paling Dikhawatirkan Kids Zaman Now, Ini Faktanya
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bullying atau perundungan menjadi permasalahan hidup yang paling banyak dirasakan oleh anak-anak generasi Z atau mereka yang lahir dalam kurun waktu 1996 hingga 2010. Terlahir sebagai generasi yang hidup di era teknologi dan informasi yang berkembang pesat, internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi Z.

Meski banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan internet dan media sosial, faktanya kemajuan teknologi juga bisa memberikan masalah yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh generasi sebelumnya, yakni perundungan.

Perundungan memang bukan hal baru. Sejak dahulu kala, kehidupan manusia memang diwarnai dengan sifat baik dan buruk. Pasti ada saja orang yang senang melihat orang lain menderita. Sayangnya, perundungan zaman now semakin mudah dilakukan dengan difasilitasi kemudahan komunikasi di media sosial. Alhasil, bagi anak-anak generasi Z perundungan merupakan permasalahan yang menempati peringkat pertama kekhawatiran mereka.

Hal ini diperkuat oleh survey yang digagas oleh organisasi pemuda Boy Scouts of America (BSA) yang menemukan 86 persen anak berusia enam hingga 17 tahun mengatakan bahwa tidak menjadi korban perundungan merupakan perioritas dalam hidup mereka. Apa yang membuat kids zaman now rentan menjadi pelaku dan korban perundungan?

Menurut BSA, meski teknologi membuat kita mudah terhubungan dengan orang lain, faktanya anak-anak justru merasa tidak terhubung secara nyata dengan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, BSA menyarankan agar orang tua mendorong anak-anak mereka untuk sering melakukan aktivitas di luar ruangan bersama teman-temannya.

“Membuat anak berinteraksi dengan orang lain dalam kegiatan berkelompok, entah melalui olah raga atau melukis mural, dapat mendorong rasa saling mendukung sebagai sebuah tim,” ungkap perwakilan BSA.

(riz/ari)

Komentar