aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Waspada, Ini Dampak Mom Shaming pada Kesehatan Mental

Monday, 21 October 2019 15:46:30 WIB | Romauli Gultom
Waspada, Ini Dampak Mom Shaming pada Kesehatan Mental
Kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan yang penting untuk diperhatikan terutama saat persiapan kehamilan.

TABLOIDBINTANG.COM - Disadari atau tidak seringkali seorang ibu pernah mengalami "mom shaming" yaitu perbuatan mencela, mengecilkan dan mengomentari sesuatu hal dari sesama perempuan. 

Ironisnya, shaming atau dikenal dengan bullying secara verbal justru lebih banyak dilakukan atau terjadi dalam lingkungan keluarga dekat, baik ibu maupun mertua. 

"Mom-shaming biasanya berbentuk nasihat dari orang yang (merasa) lebih berpengalaman. Namun cara penyampaian yang tidak tepat, menimbulkan kesan negatif dan membuat korban merasa buruk atau bersalah atas pilihan yang telat dibuatnya," kata psikolog Dessy Ilsanty, M.Psi.,  dalam acara media gathering Hallobumil, di Jakarta.

Berdasarkan data dari survey yang dilakukan Hallobumil pada September 2018 terhadap 574 ibu mengungkapkan bahwa topik yang kerap dijadikan perundungan adalah pola makan, berat badan anak, pemberian ASI atau susu formula dan metode ibu menerapkan kedispilinan.

Kebanyakan responden mengalami mom-shaming secara langsung dan dalam kondisi yang privat, selebihnya terjadi di media sosial.

Bahkan, 7 dari 10 responden mengaku bahwa kejadian mom-shaming ini semakin meningkat sejak adanya media sosial. Dampaknya adalah, untuk sebagian responden, mom-shaming mendorong mereka untuk lebih proaktif dalam mencari informasi yang tepat mengenai kesehatan dan pola asuh anak. 

Untuk responden lainnya, mom-shaming memengaruhi ketahanan mental atau menjadikan mereka malu sehingga mereka merasa perlu untuk mengubah gaya asuh mereka.

Lalu bagaimana mengatasi mom shaming? Dessy menyarankan agar setiap ibu atau calon ibu dapat berpikiran positif, bijaksana dalam merespon dan fokus terhadap diri sendiri serta keluarga agar tidak mudah terganggu dengan komentar orang.

Tidak hanya itu, dokter kandungan, dr. N.B. Donny A.M., Sp.OG menjelaskan, dalam konteks kesehatan mental, iklim dan budaya mom-shaming, kerap menimbulkan masalah dan tekanan yang mempengaruhi psikologis perempuan. 

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan yang penting untuk diperhatikan terutama saat persiapan kehamilan, selama menjalani kehamilan, dan pada periode pemberian ASI. 

"Karena itu, diperlukan kehamilan yang sehat dan memiliki pemahaman bahwa kehamilan yang sehat berasal dari kesehatan fisik dan kesehatan mental yang baik,” jelas dr. N. B. Donny A. M., Sp.OG.

Mengerti pentingnya mencegah mom shaming, aplikasi Hallobumil meluncurkan kampanye anti mom-shaming dan gerakan Mengerti Mama untuk mendampingi mama dalam setiap fase kehidupan mulai dari persiapan kehamilan hingga mengasuh anak.

"Kami berharap edukasi anti mom-shaming bisa menjadi bukti dukungan dalam mendampingi setiap perempuan untuk menjadi a truly healthy Mom,” tutup Mia Argianti selaku Head of Hallobumil. 

Komentar