aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jangan Anggap Remeh! Ini yang Membuat Ariel Tatum Depresi hingga Coba Bunuh Diri

Sunday, 20 October 2019 08:00:21 WIB | Ari Kurniawan
Jangan Anggap Remeh! Ini yang Membuat Ariel Tatum Depresi hingga Coba Bunuh Diri
Ariel Tatum (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ariel Tatum akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan masalah kejiwaan yang dia alami. Ada banyak faktor yang jadi pemicu. Ariel mengungkap beberapa di antaranya. 

"Faktornya lebih ke personal sih. Bukan itu yang mau aku bahas, cuma lebih ke semua orang pasti punya faktor-faktor yang mereka saat ini (bertahan). Jadi yang mau aku tekankan lebih ke, ‘ayo kita semua pasti punya luka yang belum selesai, jadi ayo diselesaiin’," seru Ariel Tatum, di kawasan Thamrin, Jakarta, Sabtu (19/10).

Ariel Tatum memulai karier sebagai artis sejak masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, lewat iklan, sinetron, dan film. Seiring popularitasnya yang meningkat, Ariel jadi sorotan.

Ariel Tatum mulai mendapati beragam komentar negatif tentang dirinya dari berbagai media. Tak sedikit di antaranya yang bernada body shaming. 

"Body shaming tekanan banget menurut aku. Pas aku SD udah mulai temen aku gosip-gosip, muncul twitter, muncul My Space, dan lain-lain. Udah pada body shaming. Itu salah satu faktor," beber Ariel Tatum.

Sering bertambah usia, Ariel Tatum mulai bisa mengendalikan diri. Ariel sadar, dirinya tidak bisa membungkam orang-orang yang hendak berbicara negatif. Dengan kata lain, ia mencoba untuk bersikap "masa bodo".

"Aku bisa dengan bangga bilang bahwa itu (bullying) sudah sangat tidak mempengaruhi aku dari sejak SMA. Dari SMP tuh aku udah practice, 'udah nggak usah peduli', tapi masih sering gondok. Tapi sejak SMA udah apaan sih, kayak l, 'I dont let people get into my head and my heart anymore'," tutur Ariel Tatum.

Beberapa waktu belakangan Ariel Tatum kerap diundang menjadi pembicara dalam acara seminar terkait masalah kejiwaan. Ariel sangat antusias, sebab ia menggap masalah kesehatan mental sangat perlu untuk diketahui khalayak dan tak boleh dianggap remeh.

"Jadi untuk ke depannya aku pun sangat terbuka untuk yang mau kerja sama bareng sama aku. Kita bikin seminar, kita bikin workshop, apapun itu. Meningkatkan lagi kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental, aku mau banget kerja sama," pungkas Ariel Tatum.

(ari / gur)

Komentar