aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Efek Negatif saat Frekwensi Hubungan Intim dengan Pasangan Mulai Menurun

Monday, 16 September 2019 07:00:48 WIB | Yuriantin
Efek Negatif saat Frekwensi Hubungan Intim dengan Pasangan Mulai Menurun
Semakin bertambahnya usia pernikahan, biasanya semakin berkurang frekuensi hubungan intim. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Semakin bertambahnya usia pernikahan, biasanya semakin berkurang frekuensi hubungan intim. Menurut pakar hubungan asmara Pepper Schwartz, frekuensi hubungan intim umumnya berkurang setelah memasuki satu tahun usia pernikahan. 

Untuk kembali membangkitkan gairah hubungan intim, Schwartz menyarankan untuk berinovasi. Mulai dari mencoba gaun atau pakaian dalam yang berbeda maupun melakukan hubungan intim di ruangan yang berbeda seperti dilansir laman PopSugar. 

"Cara lain adalah pasangan saling mengungkapkan hal yang positif (yang benar-benar dirasakan) tentang pasangannya untuk menghangatkan hubungan." 

(Depositphotos(
(Depositphotos(

Perubahan hormon akibat kehamilan, stres, atau kecemasan pada wanita bisa memicu turunnya gairah seksual, yang berakibat pada turunnya frekuensi hubungan intim. Penyebab lain, akibat disfungsi seksual pada wanita. 

Jika mengalami hal ini, Schwartz mengingatkan para wanita untuk segera berkonsultasi dengan para ahli dan tidak menyembunyikannya karena rasa malu. Karena frekuensi hubungan seksual yang menurun akan memengaruhi rasa percaya diri dan kondisi rumah tangga.

"Kehidupan seksual sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan emosional seseorang." 

Namun, Schwartz mengingatkan tidak ada patokan berapa kali pasangan harus melakukan hubungan intim agar memperoleh hubungan yang "bahagia". Selama kedua belah pihak merasa dicintai, angka tidaklah menjadi ukuran. 

Komentar