aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kiat Tetap Aktif Bekerja Meski sedang Hamil

Saturday, 14 September 2019 03:00:23 WIB | Agestia Jatilarasati
Kiat Tetap Aktif Bekerja Meski sedang Hamil
Di era modern, tetap bekerja di saat hamil adalah hal yang wajar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Di era modern, tetap bekerja di saat hamil adalah hal yang wajar. Memang bekerja di saat hamil tetap dimungkinkan bergantung pada kondisi kesehatan sang ibu dan jenis pekerjaan yang diambil. Meski begitu, bukan berarti ibu hamil tidak mengalami sejumlah kendala bekerja saat tengah mengandung. Sebut saja mual dan mudah lelah yang selama ini menjadi faktor utama terganggunya kinerja kerja si ibu hamil. Lalu bagaimana mengatasinya?

1. Atasi Mual dengan Ngemil

Hampir 85 persen wanita hamil mengalami morning sickness atau mual di ketika hamil yang biasanya terjadi di pagi hari. Rasa mual ini tentu mengganggu kondisi tubuh dan produktivitas kerja Anda. Untuk mengatasi rasa mual, cara yang paling ampuh adalah menghindari faktor penyebab mual. Misalnya aroma kopi atau makanan yang dihangatkan memicu Anda mual maka sebisa mungkin hindarilah.

Selain menghindari faktor penyebab mual, asisten dokter kepala di Kaiser Permanente, California, AS, Lindsay Mazotti mengatakan bahwa makan cemilan dapat mengurangi rasa mual. “Terus-menerus ngemil membuat perut saya terjaga. Camilan sehat sepanjang hari membuat gula darah tetap stabil dan mengurangi rasa mual. Contoh cemilan yang dapat mengurangi rasa mual adalah makanan yang mengandung jahe atau lemon,” terangnya. Namun, jika rasa mual yang Anda alami tidak mudah diatasi maka sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan untuk mendapat perawatan yang tepat.

2. Atasi Rasa Lelah dengan Bergerak Ringan

Wanita hamil cenderung akan cepat merasa lelah. Hal ini adalah wajar dan bisa diatasi dengan sering bergerak ringan sesering mungkin. Penulis buku ‘Balancing Pregnancy and Work’, Nancy W. Hall mengatakan bahwa jalan kaki ketika makan siang dan mengunyah permen karet mint bisa menyegarkan pikiran sekaligus membantu mengurangi rasa lelah.

Kelelahan pada ibu hamil bisa juga terjadi karena gejala anemia. Jika hal itu yang terjadi maka mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, sayuran berdaun hijau, gandum dan biji-bijian lainnya sangat membantu mengurangi rasa lelah akibat anemia. Selain itu perbanyak minum air putih, olah raga ringan dan tidur lebih awal dapat membuat fisik Anda menjadi lebih bugar.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

3. Buat Meja Kerja Senyaman Mungkin

Seiring dengan perkembangan usia kehamilan, aktivitas sehari-hari seperti duduk atau berdiri menjadi semakin tidak senyaman biasanya. Oleh karenannya penting untuk membuat meja kerja senyaman mungkin salah satu caranya adalah dengan mengatur kursi tempat duduk beradadalam posisi yang nyaman untuk Anda. Kalau perlu gunakan bantal kursi untuk menopang punggung lebih sempurna.

4. Mengontrol Emosi

Ibu hamil tak jarang baper terhadap sesuatu hal. Namun, hal itu sebenarnya karena wanita yang tengah hamil biasanya lebih sensitif oleh karenanya penting untuk melakukan meditasi untuk melatih emosi dan membuat calon ibu menjadi lebih rileks. Profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Rumah Sakit Cleveland, Ohio, AS, Marjorie Greenfield, MD mengatakan bahwa penting bagi ibu hamil untuk mencurahkan kegundahan yang dirasakan kepada orang lain. “Ceritakan rasa frustasi Anda kepada teman kerja yang dapat mendengar cerita Anda dengan simpati. Cobalah kelas yoga prenatal yang juga baik untuk merelaksasi tubuh dan pikiran,” tambahnya.

5. Pahamilah Risiko Pekerjaan Terhadap Kehamilan

Ibu hamil tidak boleh mengalami keadaan yang terlalu berat atau ekstrim. “Ketahuilah bahwa paparan zat berbahaya, berdiri terlalu lama, mengangkat beban terlalu berat, sering naik turun tangga, suara bising, getaran yang cukup keras, suhu yang ekstrim yang biasanya terdapat pada kondisi kerja tertentu sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter kehamilan dan atasan Anda. Dengan begitu, Anda mendapatkan saran dari dokter kandungan apakah Anda perlu melakukan tindakan pencegahan khusus atau memodidikasi tugas pekerjaan Anda,” tutup Marjorie.

(ages)

Komentar