aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Video Porno Sebaiknya Tak Dijadikan sebagai Referensi Gaya Bercinta, Ini Alasannya

Wednesday, 28 August 2019 19:00:23 WIB | Yuriantin
Video Porno Sebaiknya Tak Dijadikan sebagai Referensi Gaya Bercinta, Ini Alasannya
Pasangan tidak disarankan mencari referensi seksual dengan menonton video porno. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kegiatan bercinta wajib dinikmati kedua belah pihak. Soal frekuensi, bercinta setiap hari masih dianggap suatu hal yang wajar, terutama bagi para pasangan yang baru menikah. Usia yang masih produktif dan hormon yang masih stabil menjadi faktor yang berpengaruh.  

Lantas, kapan frekuensi bercinta dianggap tidak wajar atau sudah berlebihan? Menurut psikolog Jovita Ferliana, ketika salah satu pihak mengajak bercinta di saat pasangannya sudah tidak ingin melakukannya lagi.  "Frekuensi hubungan seksual tidak akan dikatakan berlebihan selama kedua belah pihak menginginkan frekuensi yang sama," tegasnya. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Setelah frekuensi bercinta "disepakati", diharapkan hubungan seksual yang dijalani bisa menyenangkan kedua belah pihak. Salah satunya adalah dengan mencari referensi gaya bercinta dan terbuka tentang fantasi seksual dengan pasangan. 

Jovita menyarankan agar para pasangan tidak mencari referensi seksual dengan menonton video porno. "Karena nantinya fantasi seksual yang tercipta justru dengan karakter dalam video tersebut," ungkapnya. 

Menonton video porno boleh dilakukan asalkan dilakukan hanya sesekali dan menontonya bersama pasangan. Alternatif video porno, bisa dengan mencari bacaan referensi yang edukatif atau konsultasi dengan seksolog. 

(yuri/wida)

Komentar